HP. 0856-0196-7147

PENCARIAN

Rabu, 24 Agustus 2016

Skripsi Sastra Ss-021 : Serat Suluk Gontor (Suatu Tinjauan Filologis)



ABSTRAK

            Karya Sastra pada dasarnya diciptakan oleh pengarang (sastrawan) untuk dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan oleh peminat sastra (masyarakat).  Setelah dinikmati, dipahami, dan dimanfaatkan masyarakat, kemungkinan besar mereka berusaha untuk memilikinya.
Pada zaman dahulu sebelum ada mesin cetak usaha tersebut.  Dengan adanya tradisi selain-menyalin itulah, mengakibatkan karya sastra itu mengalami penyimpangan dari aslinya.  Penyimpangan tersebut disengaja maupun tidak tergantung kepandaian dan ketelitian dari penyalinannya.  Oleh sebab itu dalam penelitian ini yang menjadi pokok permasalahannya adalah ingin mengkaji teks Serat Sulut Gontor secara Filologis, dengan tujuan untuk mendapatkan suntingan teks Serat Suluk Gontor yang mendekati aslinya.  Disamping itu juga berkeinginan mengungkapkan isi yang terkandung di dalam Serat Suluk Gontor, agar dapat dipakai sebagai pedoman atau petunjuk dalam kehidupan sehari – hari apabila diperlukan.
            Penulis dalam awal penelitian ini mengadakan inventarisasi terhadap teks Serat Suluk Gontor di berbagai tempat koleksi Naskah, yaitu di Surakarta dan Yogyakarta.  Dari hasil penelusuran atau inventarisasi tersebut penulis menemukan dua buah teks yang berjudul Serat Suluk Gontot.  Teks tersebut terdapat dalam bendel naskah Serat Suluk Warna-warni koleksi perpustakaan dan bandel naskah Serat Suluk Peksi koleksi Perpustakaan Sanapustaka Kraton Surakarta dengan nomor kodeks 286 Ra.
            Penelitian ini, agar tidak menyimpang dari hasil yang diharapkan, maka digunakan beberapa cara untuk memecahkan masalah, yaitu teknik pengumpulan data dan teknik analisis data.  Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka, sedangkan dalam analisis data menggunakan metode kritik teks dan metode deskriptif.
            Dari hasil analisis tersebtu ternyata naksah Serat Suluk Warna-warni koleksi Perpustakaan Peksapustaka Mangkunegaran dengan nomor kondeks A. 64 merupakan naskah yang dipandang lebih kuat mendekati aslinya, baik dari segi isi, umur, maupun sastranya.  Setelah diadakan pengkajian atau perbandingan teks tersebut, jelas yang disunting dapat terbebas dari kesalahan dan penyimpangan, selanjutnya dipakai sebagai dasar untuk analisis teks.  Isi Surat Suluk Gontor, setelah di analisis mengandung ajaran tentang hakikat Tuhan, hakikat manusia, ajaran ketauhidan, ajaran moral, dan unsur-unsur mistik Islam.  Adapun unsur-unsur mistik Islam yang terdapat dalam Surat Suluk Gontor, yaitu ajaran kesetiaan murid pada guru dan ajran menjalankan selat.
            Pada dasarnya ajaran Suluk itu merupakan warisan budaya nenek moyang pada masa lampau, khususnya di bidang rokhani, yang isinya mengajarkan tentang hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan manusia.  Apabila semua manusia sudah menjalankan kedua jiwanya, caranya dengan beribadat dan melakukan semua tindakan yang bersifat tepuji.





DAFTAR PUSTAKA

Abdullah Ciptoprawiro. 1986. Filsafat Jawa. Jakarta : Gunung Agung.
Abdul Karim as Salawy. 1986. Titik Persimpangan Tasawuf dan Kebatinan. Pekalongan: Bahagia.
Achadiati Ikram. 1980. “Perlunya Memelihara Sastra Lama” Analisis Kebudayaan. Tahun I No. 3 Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Annemarie Schimmel. 1986. Dimensi Mistik dalam Islam. Jakarta: Pustaka Firdaus.
Balai Pustaka. 1932. Jidwal Memindahkan Tahoen Djawa dari Arab ke Tahoen Masehi. Batavia Centrum.
Budiono Herusatoto. 1984. Simbolisme dalam Budaya Jawa. Yogyakarta: Hanidita.
Darusuprapta. 1984. “Beberapa Masalah Kebahasaan dalam Penelitian Naskah”. Widyaparwa. Yogyakarta: Balai Penelitian Bahasa.

-------. 1990. Ajaran Moral. Ajaran Moral dalam Sastra Suluk. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Edwar Djamaris. 1977. “Filologi dan Cara Kerja Penelitian Filologi”. Bahasa dan Sastra. Tahun III No. 1 Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Franz Magnis Suseno. 1984. Etika Jawa. Jakarta.: Gramedia.
--------. 1985. Kuasa dan Moral. Jakarta: Gramedia
Girardet, Nikolaus. 1983. Descriptive Catalogue of the Javanes Manuscripts and Printed Books in the Main Liberaries of Surakarta and Yogyakarta. Wsbaden : Franz Stener Verlag
Hakim Abdul Hamid. 1982. Aspek – aspek Pokok Agama Islam. Jakarta: Pustakajaya.
HAMKA. 1981. Tasauf Modern. Jakarta : Yayasan Nurul Islam.
Hamzah Y’qub. 1973. Fisalfat Ketuhanan Yang Mahaeas. Bandung : Alma’Arif.
Harun Hadiwijono. 1983. Konsepsi tentang Manusia dalam Kebatinan Jawa. Jakarta : Sinar Harapan.
-----. 1985. Kebatinan Jawa abad XIX. Jakarta : BPK Gunung Mulia.
Harun Nasution. 1990. Fasafat dan Mitisisme dalam Islam. Jakarta : Bulan Bintang.
Haryati Soebadio. 1975. “Penelitian Naskah Indonesia”. Bulletin Ypaerna tahun II nomor 7.
Istadiyantha. 1988. “Peranan Ilmu Tasawuf Terhadap Studi Sastra dan Filologi”. Makalah Seminar Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret.
Kahar Masyhur. 1987. Membina Moral dan Akhlak. Jakarta : Kalam Mulia
Kartini Kartono. 1976. Pengantar Metodologi Research. Bandung : Alumni.
Koentjaraningrat.1983 A. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunana. Jakarta : Gramedia.
-----------, 1983 B. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta : Gramedia
-----------, 1984. Kebudayaan Jawa. Jakarta : Balai Pustaka.
Nasution. 1982. Metode Research Penelitian Ilmiah. Bandung : Jammars.
Niels Mulder. 1984. Kebatinan dan Hidup sehari-hari Orang Jawa Kelangsungan dan Perubahan Kultural. Jakarta : Gramedia.
----------, 1986. Kepribadian Jawa dan Pembangunan Nasional. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Panuti Sujiman. 1986. Kamus Istilah Sastra. Jakarta : Gramedia
Poedjawijatno. 1971. Pembimbing ke Arah Filsafat. Jakarta : Pembanguan.
Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an. 1981. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta : Departemen Agama R.I.
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1980. Pedoman Pembentukan Istilah. Jakarta : Balai Pustoko.
Sadtono. 1985. Pedoman Penerjemahan. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Simuh, 1984. Aspek Mistik Islam dalam Wirid Hidayat Jati. Yogyakarta : Muja-muja.
Siti Baroroh Baried dkk. 1985.Pengantar Teori Filologi. Jakarta : Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departement Pendidikan dan Kebudayaan.
Seodarsono. 1985. Keadaan dan Perkembangan Bahasa Sastra Etikda dan Tatakrama dan Seni Pertunjukan Jawa Bali dan Sunda. Yogyakarta : Proyek penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara Departement Pendidikan dan Kebudayaan.
S. Padmosoekatjo. 1985. Ngengrengan Kesusastraan Djawi II. Yogyakarta : Hien Hoo Sing.
S. Prawiroatjomo. 1988. Buasastra Jawa-Indonesia Jilid I dan II. Jakarta : Gunung Agung.
Sri Mulyono. 1983.  Simbolis dan Mistikisme dalam Wayang. Jakarta : Gunung Agung.
------------, 1987. Wayang dan Filsafat Nusantara. Jakarta : Gunung Agung.,
Sulaiman Rasjid, 1976. Fiqh Islam. Jakarta : Attahariyah.

Sunoto, 1984. Mengenal Filsafat Pancasila. Yogyakarta : Hanindita.
Suwito dkk. 1985. Pedoman Penulisan Skripsi. Surakarta : Fakultas Sastra Universitas Sebelas Maret.
Teeuw, Andreas. 1984. Sastra dan Ilmu Sastra Pengantar Teori Sastra. Jakarta : Pustaka Jaya.
Winter CF. 1987. Kamus Kawi-Jawi. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
W.J.S. Poerwadarminta. 1944. Kawi-Jawi. Jakarta : Balai Pustaka.
W.J.S. Poerwadarminta. 1952. Boesastra Djawi-Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka
-----------, 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.
Y.A. Surahardjo. 1983. Mistisisme. Jakarta : Pradya Paramita.
Sakiyah Darajat. 1976. Membina Nilai-nilai Moral di Indonesia. Jakarta : Bulan Bintang.
Samakhsyari Dhofier. 1985. Tradisi Pesantren Jakarta : Lembaga Penelitian Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial.


PUSTAKA SUMBER
Serat Suluk Peksi. Koleksi Perpustakaan Kraton Kasunan Surakata. No. Kodeks 286 Ra.
SErat Suluk Warna-warni. Koleksi Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran Surakarta. No. Kodeks A. 64.



Buku-buku referensi di atas dapat dibeli di TOKO BUKU RAHMA (Klik)
Untuk mendapatkan file lengkap silahkan hubungi/sms ke HP. 0856 0196 7147




Jumat, 19 Agustus 2016

PTS 013 : Implementasi Diskusi Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar di SMP Negeri xxx



ABSTRAK


            Pendekatan pembelajaran yang sebelumnya lebih banyak didominasi oleh peran guru (teacher centered) diperbaharui dengan sistem pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Salah satu setrategi pembelajaran yang sesuai dengan KTSP adalah pembelajaran dengan pendekatan PAIKEM-GEMBROT yaitu pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan gembira dan berbobot. Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar maka implementasi pembelajaran PAIKEM-GEMBROT akan memungkinkan siswa bisa mengembangkan kreativitas, motivasi dan partisipasinya dalam pembelajaran. Namun kenyataan dilapangan masih banyak guru sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Begitu pula dalam MGMP, kemampuan guru berdiskusi masih kurang aktif dan kreatif, sehingga kemampuan guru memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar belum baik.
            Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang terdiri dari dua siklus, dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali  pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SMP XXX yang terdiri dari delapan orang guru bidang studi.
     Dari hasil pelaksanaan penelitian diperoleh data sebagai berikut :
Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi diskusi adalah 79,38 katagori”cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88, katagori “baik”,nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 katagori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 katagori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 katagori “baik”.Melihat nilai rata-rata yang diperoleh  dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II , terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok kerja guru  dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Berdasarkan keberhasilan tersebut di atas disarankan kepada guru-guru di SMP XXX Timur agar lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan memperbanyak variasi metode pembelajaran dalam penyusunan skenario pembelajaran maupun dalam  pelaksanaan pembelajaran.                                  





DAFTAR PUSTAKA

Badru Zaman, dkk. 2005. Media dan Sumber Belajar TK. Buku Materi Pokok PGTK 2304. Modul 1-9. Jakarta Universiats Terbuka.
Ekowati, Endang. 2001. Stategi Pembelajaran Kooperatif. Modul Pelatihan Guru Terintegrasi Berbasis Kompetensi. Jakarta : Depdiknas.
Kasianto, I Wayan 2004 Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa dengan Pendekatan Diskusi Kelompok. Laporan Penelitian Kelas. Tidak dipublikasikan
Rusyan Tabrani. 2001. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung Remaja Rosdakarya.
Sarman, Samsuni S.Pd. 2005. Implementasi Pendekatan Works Based Learning pada Sumber Belajar Masyarakat dalam Pembelajaran PS-Ekonomi. Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Banjarmasin. Tidak dipublikasikan.
Sutrisno Hadi, 2000. Metodelogi Penelitian. Yogyakarta : Andi



Buku-buku referensi di atas dapat dibeli di TOKO BUKU RAHMA (Klik)
Untuk mendapatkan file lengkap silahkan hubungi/sms ke HP. 0856 0196 7147



Kamis, 18 Agustus 2016

SKRIPSI HUKUM HK 475 : Peranan Penyidik Dalam Membantu Penyelesaian Tindak Pidana Narkoba (Studi Di Polres D.I Yogyakarta)



BAB I
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang Permasalahan
Untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil dan makmur yang merata materiil dan spirituil berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, maka kualitas sumber daya manusia Indonesia sebagai salah satu modal Pembangunan nasional perlu ditingkatkan secara terus menerus termasuk derajat kesehatannya.
Peningkatan derajat kesehatan sumber daya manusia Indonesia dalam rangka mewujudkan kesejahteraan rakyat perlu dilakukan upaya peningkatan dibidang pengobatan dan pelayanan kesehatan, antara lain pada satu sisi dengan mengusahakan ketersediaan narkotika dan obat-obatan jenis tertentu yang sangat dibutuhkan sebagai obat-obatan untuk kesehatan, juga digunakan untuk percobaan dan penelitian yang diselenggarakan pemerintah dalam rangka kepentingan ilmu pengetahuan dan mendapat ijin dari Menteri Kesehatan.
Pada era globalisasi ini masyarakat lambat laun berkembang, dimana perkembangan itu selalu diikuti proses penyesuaian diri yang kadang-kadang proses tersebut terjadi secara tidak seimbang. Dengan kata lain, pelanggaran terhadap norma-norma tersebut semakin sering terjadi dan kejahatan semakin bertambah, baik jenis maupun bentuk polanya semakin kompleks. Perkembangan masyarakat itu disebabkan karena ilmu pengetahuan dan pola pikir masyarakat yang semakin maju

Dan masyarakat berusaha mengadakan pembaharuan-pembaharuan di segala  bidang. Namun kemajuan teknologi tidak selalu berdampak positif, bahkan ada  kalanya berdampak negatif. Maksudnya adalah dengan kemajuan teknologi juga ada peningkatan masalah kejahatan dengan menggunakan modus operandi yang canggih. Hal tersebut merupakan tantangan bagi aparat penegak hukum untuk mampu menciptakan penanggulangannya, khususnya dalam kasus narkotika dan obat-obatan terlarang.
Akhir-akhir ini kejahatan narkotika dan obat-obatan terlarang telah bersifat transnasional yang dilakukan dengan modus operandi yang tinggi dan teknologi yang canggih, aparat penegak hukum di harapkan mampu mencegah dan menanggulangi kejahatan tersebut guna meningkatkan moralitas dan kualitas sumber daya manusia di Indonesia khususnya bagi generasi penerus bangsa.
Diantara aparat penegak hukum yang juga mempunyai peran penting terhadap adanya kasus tindak pidana narkoba ialah " Penyidik ", dalam hal ini penyidik POLRI, dimana penyidik diharapkan mampu membantu proses penyelesaian terhadap kasus pelanggaran tindak pidana narkoba.
Dengan dikeluarkannya Undang-Undang No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika[1] dan Undang-Undang No. 5 tahun 1997 tentang psikotropika[2] didalamnya diatur sanksi hukumnya, serta hal-hal yang diperbolehkan, dengan dikeluarkanya Undang-Undang tersebut, maka penyidik diharapkan mampu membantu proses penyelesaian perkara terhadap seseorang atau lebih yang telah melakukan tindak pidana narkoba dewasa ini.
Efektifitas berlakunya Undang-Undang ini sangatlah tergantung pada seluruh jajaran penegak umum, dalam hal ini seluruh intansi yang terkait langsung, yakni penyidik Polri serta para penegak hukum yang lainnya. Disisi lain hal yang sangat penting adalah perlu adanya kesadaran hukum dari seluruh lapisan masyarakat guna menegakkan kewibawaan hukum dan khususnya terhadap Undang-Undang No. 5 tahun 1997 dan Undang-Undang No. 22 tahun 1997. Maka peran penyidik bersama masyarakat sangatlah penting dalam membantu proses penyelesaian terhadap kasus tindak pidana Narkoba yang semakin marak dewasa ini.

B.        Perumusan Masalah
Berdasarkan dari uraian latar belakang tersebut di atas , maka penulis ingin mengupas beberapa Permasalahan yang dijadikan obyek di dalam penulisan skripsi ini adalah :
1.      Sampai sejauh mana peranan penyidik dalam menjalankan tugas untuk menangani tindak pidana Narkoba?
2.      Bagaimana langkah-langkah penyidik dalam mengungkap masalah terhadap seseorang yang melakukan tindak pidana Narkoba?
3.      Hambatan-hambatan apa yang ditemui para penyidik dalam penyelesaian terhadap pelaku tindak pidana narkoba ?

C.        Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penyusunan atau penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui serta mempelajari secara lebih mendalam bagaimana peranan penyidik dalam membantu proses penyelesaian kasus tindak pidana Narkoba.
2.      Penulis ingin mengetahui bagaimana penjatuhan sanksi terhadap para pelaku dan pengedar narkoba.
3.      Penulis ingin mengetahui kendala-kendala apa yang dihadapi oleh penyidik dalam melaksanakan tugasnya tersebut.
4.      Penulis ingin mengetahui sejauh mana peranan penyidik didalam membantu proses penyelesaian kasus tindak pidana narkoba yang terjadi didalam masyarakat.

D.        Metode Penelitian
Sebagaimana lazimnya dalam penulisan skripsi ini diperlukan data-data dimana data-data tersebut diperoleh dengan menggunakan beberapa metode sebagai berikut:
1.                  Sumber Data
a.         Studi Kepustakaan
Yaitu dilakukan dengan cara mempelajari, mengumpulkan pendapat para pakar hukum yang dapat dibaca dari literatur, yurisprudensi, majalah-majalah dan koran-koran yang kebetulan memuat tentang masalah yang diteliti.
b.         Studi Lapangan
Yaitu dilakukan dengan cara melakukan penelitian langsung pada obyek penelitian.
2.         Pengumpulan data, yaitu pengumpulan data dari lapangan dengan menggunakan beberapa teknik diantaranya adalah :
a.         Teknik observasi,
Teknik pengumpulan data dengan cara melihat atau mengamati langsung pada obyek penelitian di lapangan.
b.         Teknik wawancara,
Adalah teknik pengumpulan data dengan cara wawancara langsung dengan pihak yang erat hubungannya dengan penelitian agar data yang diperoleh lebih jelas dan akurat.
c.         Teknik Dokumentasi
Adalah teknik pengumpulan data yang diperoleh dari dokumen yang berupa arsip atau naskah lainnya yang diperoleh dari instansi yang berhubungan dengan penelitian
3.         Analisa Data
Data-data yang terkumpul akan disusun secara deskriptif kualilatif [3] yaitu prosedur pemecahan masalah yang diteliti dengan cara memaparkan data-data yang diperoleh dari lapangan baik data primer maupun data sekunder. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan suatu kebenaran yaitu dengan menguraikan data yang sudah terkumpul sehingga dengan demikian dapat dilakukan pemecahan masalah.

E.        Sistematika Penulisan
Untuk lebih memudahkan mengikuti uraian skripsi ini, maka disusun menurut urutan sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan. Disini penulis terlebih dahulu mengemukakan tentang latar belakang Permasalahan, selanjutnya diuraikan tentang perumusan masalah yaitu peranan penyidik dalam membantu proses penyelesaian tindak pidana narkoba, dimana hal itu sangat penting untuk menentukan batas-batas yang akan dibahas dan untuk memberikan pengertian dan keterangan yang dimaksud oleh judul penelitian ini. Dan selanjutnya bab ini ditutup dengan sistematika penulisan, dimana didalamnya memuat pembahasan seluruh isi penulisan
Bab II yaitu mengenai tinjauan umum tentang penyidikan dan pengertian tentang narkoba, yang membahas pengertian penyidik dan syarat-syarat penyidik, serta proses penyidikan perkara itu dilakukan dan upaya penyidik dalam memperoleh kebenaran secara materiil terhadap barang bukti yang didalamnya membahas pula mengenai macam-macam alat bukti serta upaya penyidik dalam memperoleh kebenaran barang bukti, baik melalui pemeriksaan tempat kejadian perkara, penggeledahan dan sebagainya oleh penyidik guna mencari barang bukti yang tertinggal dalam suatu peristiwa pidana. Selanjutnya pengertian tentang narkotika dan obat-obatan serta pembahasannya.
Bab III, yaitu mengenai peranan penyidik didalam membantu proses penyelesaian terhadap kasus tindak pidana narkoba dan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh penyidik dalam melaksanakan tugasnya, serta dalam bab ini membahas pula tentang penjatuhan sanksi terhadap para pelaku tindak pidana narkoba.
Bab IV, atau bab penutup dari sistematika penulisan skripsi ini, yakni menyangkut kesimpulan dan saran.



[1] Undang-Undang No. 22 tahun 1997 tentang Narkotika
[2] Undang-Undang No. 5 tahun tentang psikotropika
[3] Kamus lengkap. karangan Trisno Yuwono dan Pius Abdullah





DAFTAR PUSTAKA

Gerson Bawengan Penyidikan Perkara Pidana.Pradnya Paramita.Jakarta.l977
Andi Hamzah , Pengantar Hukum Acara Pidana Indonesia, Ghalia Indonesia, Jakarta. I983
Andi Hamzah, Hukum Acara Pidana Indonesia, Arikha Media Cipta , Jakarta 1993
Andi Hamzah Pengusutan Perkara Kriminil Melalui Sarana Tekhnik dan sarana hukum, Ghalia,Indonesia,Yogyakarta, 1986
Abdul Mun'im dan Agung Legowo Tjiptomartono, Penerapan Ilmu Kedokteran Kehakiman dalam Proses Penyidikan Perkara, Karya Unpra 1982
Ratna Nurul Afiah,SH , Barang Bukti Dalam Proses Pidana.Sinar Grafika.Jakarta,1998
Departemen Hankam Mabes Polri, himpunan juklak dan juknis tentang Proses Penyidikan Perkara Pidana, Jakarta, 1982
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta 1997; Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta 1997; Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 Tentang Narkotika
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta 1996; Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1996 Tentang Pengesahan Convention On Psychoterapic Substances 1971 ( Konvensi Psikoterapi 1971)




Buku-buku REferensi di atas dapat dibeli di TOKO BUKU RAHMA (Klik)
Untuk mendapatkan file lengkap silahkan hubungi/ sms ke HP. 0856 0196 7147