HP. 0856-0196-7147

PENCARIAN

Minggu, 13 November 2011

PT 024 : PENGARUH DOSIS KOMPOS AZOLLA DAN PERBANDINGAN DOSIS PUPUK P: K TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L. )


 ABSTRAK

Penelitian yang berjudul “Pengaruh Dosis Kompos Azolla dan Perbandingan Dosis Pupuk P : K. Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L). Bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos Azolla dan perbandingan dosis pupuk P : K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah.
Penelitian telah dilaksanakan di Desa Taru, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Propinsi Jawa Tengah, dengan ketinggian tempat 100 meter dari permukaan laut. Dengan jenis tanah regosol mulai tanggal 21 November 2002 sampai dengan 28 Februari 2003.
Penelitian menggunakan metode faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari dua faktor perlakuan dengan 12 kombinasi perlakuan dan masing-masing kombinasi diulang tiga kali. Faktor yang diuji adalah dosis pemupukan kompos Azolla (A) yang terdiri dari empat taraf yaitu : tanpa kompos Azolla (Ak)), dosis kompos Azolla 5 ton/ha (A0), dosis kompos Azolla 10 ton/ha (A2), dosis kompos Azolla 15 ton/ha (A3). Faktor kedua yaitu perbandingan dosis pupuk P: K (D) terdiri dari tiga taraf yaitu perbandingan dosis pupuk P: K, 100 : 90 kg/ha (Dj), perbandingan dosis pupuk P : K, 150 : 180 kg/ha (D2) dan perbandingan dosis pupuk P: K, 200: 270 kg/ha.
Perlakuan dosis kompos Azolla menunjukkan berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil kecuali tinggi tanaman. Perlakuan perbandingan dosis pupuk P : K berpengaruh nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil kecuali tinggi tanaman dan interaksi antara perlakuan dosis kompos Azolla dengan perbandingan dosis pupuk P : K berpengaruh tidak nyata terhadap semua parameter pertumbuhan dan hasil.
Rata-rata hasil berat umbi kering per petak tertinggi dicapai pada kombinasi perlakuan dosis kompos Azolla 10 ton/ha dan perbandingan dosis pupuk P : K, 200 : 270 kg/ha (A2D3) yaitu sebesar 2002, 61 g/petak atau setara dengan 10,01 ton/ha. Sedangkan hasil berat umbi kering per petak terendah yaitu pada kombinasi perlakuan tanpa kompos Azolla dan perbandingan dosis pupuk P : K, 100 : 90 kg/ha (ADD, ) yaitu sebesar 1140,08 g/petak atau setara dengan 5,70 ton/ha.


DAFTAR PUSTAKA


Aliudin, 1979. Pengaruh Dosis Pupuk N dan K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Putih. Balai Penelitian Holtikultura, Vol. VI. No. 5 Bandung.
Anonim, 1984. Bawang Merah (Allium ascalonicum, L). Gema Penyuluhan Pertanian, DirJend. Pertanian Tanaman Pangan, Jakarta, 3 UI : hal 123-131.
___________ , 1985. Bercocok Tanaman Bawang Merah. Majalah Pertanian, Departemen Pertanian, Jakarta.
___________ , 1990. Azolla. Yogyakarta, Laboratorium Mikrobiologi. Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada.
___________  , 1991. Kalium Kebutuhan dan Penggunaannya dalam Pertanian Modern. Balai Penelitian Tanaman Pangan, Bogor.
_____________, 2001. Usaha Tani Bawang Merah. Majalah Pertanian, Departemen Pertanian, Jakarta. hal. 54.
Buckman H.O dan N.C Brady, 1982. Ilmu Tanah. Diterjemahkan oleh Soegiman, Bharata Karya Aksara, Jakarta. 160 hal.
Budi Samadi dan Bambang Cahyono, 1996. Intensifikasi Budidaya Tanaman Bawang Merah. Kanisius, Yogyakarta. 160 hal.
De Delta S. K. 1989. Principle And Properties of Soil. Marmilan Company, New York, USA.
Djiwo Seputro, 1996. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Gramedia, Jakarta. 231 hal.
Djoehana Setyamidjaja, 1986. Pupuk dan Pemupukan. Simplek, Jakarta. 122 hal.
Djoko Isbandi, 1986. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. Dep. Botani. Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Estu Rahayu dan Nur Berlian V. A, 2002. Bawang Merah. Penebar Swadaya, Jakarta. 94 hal.
Gembong Tjitro Soepomo, 1986. Taksonomi Tumbuhan. Bharata Karya Aksara, Jakarta. 293 hal.
Goeswono Soepardi, 1983. Sifat dan Ciri Tanah. Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor. 591 hal.
Gomen dan Chidley, 1981. Assesing Visible Deficiency Svmtems. Cit. Pengaruh Berbagai Dosis Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Lobak (Raphanus sativus, L). Varietas Cipanas. Oleh Kanurawati Sri Rahayu, 1993. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Kristen Satyawacana. Salatiga.
Hasan Basri Jumin, 1995. Dasar-dasar Agronomi. Rajawali Press, Jakarta. 139 hal.
Hendro Sunaryono dan Prasodjo Soedomo, 1983." Budidaya Bawang Merah. Sinar Baru, Bandung. 67 hal.
Henry K. Indranada, 1989. Pengolahan Kesuburan Tanah. Bina Aksara, Jakarta. 90 hal.
Isa Darmawidjaya, 1992. Klasifikasi Tanah, Dasar Teori Bag. Peneliti Tanah dan Pelaksanaan Pertanian di Indonesia. Balai Penelitian Teh dan Kina, Gambung, Bandung. 259 hal.
Ismunadji, Sutjipto Parto Harjono dan Sastijati, 1996. Peranan Kalium Dalam Peningkatan Produksi Tanaman Pangan, Problem dan Prospek. Edisi 2, Lembaga Pusat Penelitian Pertanian Bogor. 162 hal.
L. Murbandono, 1995. Membuat Kompos. Penebar Swadaya, Jakarta. 38 hal. Liliek Agustina, 1990. Nutrisi Tanaman. Rineka Cipta, Jakarta. 67 hal.
Mul Mulyani Sutedjo dan A. G. Kartosapoetra, 1988, Pengantar Ilmu Tanah, Terbentuknya dan Tanah Pertanian. Bina Aksara, Jakarta. 177 hal.
Novizan, 2001. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agro Media Pustaka, Jakarta. 114 hal.
Nurhayati Hakim, dkk, 1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung. 448 hal.
Pinus Lingga, 1990. Petunjuk Penanganan Pupuk. Penebar Swadaya, Jakarta. 150 hal.
Poerwowidodo, 1991. Gatra Tanah dalam Pembangunan Hutan di Indonesia. Rajawali Press, Jakarta. 246 hal.
Poerwowidodo, 1993. Telaah Kesuburan Tanah. Angkasa, Bandung. 273 hal.
Prawinata. W. Harran S dan Tjondronegoro, 1981. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Institut Pertanian Bogor XVII - 36.
Rahmat Rukmana, 1994. Budidaya dan Pengelolaan Pasca Panen Bawang Merah. IIV Penerbit Kanisius, Yogyakarta.
Rinsema, 1993. Pupuk dan Cara Pemupukan. Bharata Karya Aksara, Jakarta. 235 hal.
Rismunandar, 1986. Membudidayakan 5 Jenis Bawang. Sinar Baru, Bandung. 116 hal.
Saefudin Sarief, 1986. Ilmu Tanah Pertanian. Pustaka Buana, Bandung. 157 hal.
Samsudin U. S., 1996. Budidaya Bawang Merah. Kina Cipta, Jakarta. 29 hal.
Sarwono Hardjowigeno, 1995. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo, Jakarta.
Singgih Wibowo, 1990. Budidaya Bawang Putih, Bawang Merah dan Bawang Bombay. Penebar Swadaya, Jakarta. 201 hal.
Sitompul S. M. dan Bambang Guritno, 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman.  Gadjah Mada University Press, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. 412 hal.
Soedjono Djojosumito, 2000. Budidaya Azolla. Pertanian Organik dan Multi Guna. Penerbit Kanisius, Yogyakarta. 60 hal.
Soegiman, 1992. Ilmu Tanah. Terjemahan Buckman and N. C. Brady, 1986. The Nature and Properties of Soil. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Soeroto Sosroedirdjo, Baktiar Rifai dan Iskandar Prawira, 1990. Ilmu Memupuk. Yasaguna, Jakarta. 71 hal.
Soetikno S. Sastro Utomo, 1990. Ekologi Gulma. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 120 hal.
Sri Andani dan Purbayati E. D. 1991. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Terjemahan Filter A. H. and R. K. M. Hay, 1981. Environmental Physiology Plant. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. 421 hal.
F
Sri Najiyati dan Danarti, 1990. Petunjuk Mengairi dan Menyirami Tanaman. Penebar Swadaya, Jakarta. 94 hal.
Sri Setyati Harjadi, 1991. Pengantar Agronomi. Gramedia, Jakarta. 197 hal.
Sumardi Suriatna, 1992. Pupuk dan Pemupukan. Mediatama Surana Perkasa, Jakarta. 64 hal.
Suntoyo Yitnosumarto, 1991. Percobaan, Perancangan, Analisis dan Interpretasinya. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 299 hal.
Tisdak S. L. dan W. L. Nelson, 1975. Soil Fertility and Fertilizers. Third Edition. MC. Millan Publising. Co. Inc New York.
Widyaningsih Soemadi, 1996. Holtikultura Tanaman Hias-Buah-Sayuran Kekayaan Alam Tumbuh-tumbuhan Tak Ternilai. Aneka Solo. 122 hal.
Yusuf Nyakpa dkk, 1988. Kesuburan Tanah. Penerbit Universitas Lampung. 258 hal.
Zaenal Arifin, 1996. Azolla. Pembudidayaan dan Pemanfaatan Pada Tanaman Padi. Penebar Swadaya, Jakarta. 58 hal.
Zainal Abidin, 1990. Dasar-dasar Pengetahuan Ilmu Tanaman. Angkasa, Bandung. 78 hal.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887


Tidak ada komentar:

Posting Komentar