HP. 085 725 363 887

Pencarian

Memuat...

Kamis, 14 Februari 2013

PTK SD 160 = Ag 045 : Pengembangan Emotional Quotient/ EQ siswa kelas V di MI XXX untuk mendukung proses pembelajaran aqidah akhlak



ABSTRAK

XXXX. Pengembangan Emotional Quotient (EQ) Siswa Kelas V MI XXX Untuk Mendukung Proses Pembelajaran Aqidah Akhlak. Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri. XX, 2011.

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) Langkah-Langkah pelaksanaan pengembangan kecerdasan emosional/ EQ yang paling sesuai dengan kondisi siswa kelas V MI XXX dalam rangka mendukung proses pembelajaran aqidah akhlak, (2) Bentuk-bentuk kendala yang dilakukan dalam melaksanakan pengembangan kecerdasan emosional/ EQ pada siswa kelas V MI Babadan Kecamatan Karangdowo Kabupaten Klaten.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK), sedangkan waktu penelitian ini dilaksanakan pada semester gasal tahun 2010/2011. Prosedur penelitian dilakukan dengan dua siklus, yaitu siklus I dan siklus II, dengan setiap siklus melibatkan aktivitas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dalam siklus I, pelaksanaan pengembangan EQ telah memberikan kemampuan yang baik pada siswa terkait dengan aktivitas mengenal emosi diri dengan mencatat dan memahami bagaimana perasaan, kehendak atau kemamuan siswa dengan membuat daftar emosi  sebelum, ketika, dan sesudah melakukan perlombaan di kelas. Pelatihan mengelola emosi dalamsiklus I diarahkan untuk mengendalikan diri dari emosi berlebihan baik positif maupun negative. Kemampuan siswa dalam siklus I ini belum baik. Pelaksanaan pembelajaran mengenal emosi orang lain pada siklus I berjalan dengan baik, akan tetapi hasilnya masih dalam taraf sedang. Pembelajaran membina hubungan dalam siklus I berlangsung dengan baik, dimana siswa melaksanakan aktivitas-aktivitas seperti yang diharapkan, akan tetapi hasilnyapun masih dalam taraf sedang. Dalam siklus II, dilakukan pembenahan-pembenahan, dimana pembelajaran mengelola emosi ditingkatkan dengan pelatihan lain yaitu dengan kegiatan saling mengingatkan antar teman, agar hal ini menjadi kebiasaan yang rutin dilaksanakan. Pelaksanaan kegiatan mengenal emosi juga dikembangkan, yaitu dengan pelatihan klasidikasi emosi menjadi emosi positif dan negative secara sederhana. Pelaksanaan pembelajaran mengenal emosi ditingkatkan dengan pertanyaan “Andai kamu jadi saya bagaimana?”. Pelatihan membina hubungan dalam siklus II ditingkatkan dalam aspek intensitas interkasi, yaitu  dengan pelatihan mengomentari secara positif secara berkeliling, dimana teman satu secara bergiliran mengomentari respon temannya terhadap hal-hal yang direkayasa oleh guru, termasuk kegiatan debat pendapat. Meningkatnya kecerdasan emosional siswa ini diikuti dengan peningkatan kualitas akidah akhlak siswa pada siklus II.




DAFTAR PUSTAKA
Ahmad, Mudzakir. (1997). Psikologi Pendidikan. Bandung : Pustaka Setia.
Goleman, Daniel. (2000). Emitional Intelligence (terjemahan Bimo Hananto). Jakata : PT Gramedia Pustaka Utama.
Goleman, Daniel. (2000). Working With Emotional Intelligence (terjemahan Sandy Maarif). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Gottman, John. (2001). Kiat-kiat Membesarkan Anak yang Memiliki Kecerdasan Emosional (terjemahan Sandy Maarif). Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Irwanto. (1997). Psikologi Umum. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Makmun, H.A. Samsudin. (2007). Psikologi Kependidikan. Bandung: Remaja Rosdakarua
Mila Ratnawati. (1996). Hubungan antara Persepsi Anak terhadap Suasana Keluarga,Citra Diri, dan Motif Berprestasi dengan Prestasi Belajar pada Siswa Kelas V SD Ta’Miriyah Surabaya. Jurnal Anima Vol XI No. 42.
Moch, Nazir. (1988). Metodologi Penelitian.Cetakan 3. Jakarta :Ghalia Indonesia.

Morgan, Clifford T, King, R.A Weizz, JR, Schopler. J, 1986. Introduction of Psychology, (7th ed), Singapore : Mc Graw Hil Book Company

Muhibbin, Syah. (2000). Psikologi Pendidikan dengan Suatu Pendekatan baru. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.

Saphiro, Lawrence E. (1998). Mengajarkan Emotional Intelligence Pada Anak. Jakarta : Gramedia.

Sarlito Wirawan. (1997). Psikologi Remaja. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.
Sia, Tjundjing. (2001). Hubungan Antara IQ, EQ, dan QA dengan Prestasi Studi Pada Siswa SMU. Jurnal Anima Vol.17 no.1

Sri, Lanawati. (1999). Hubungan Antara Emotional Intelligence dan Intelektual
Quetion dengan Prestasi Belajar Siswa SMU.Tesis Master : Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Sumadi, Suryabrata. (1998). Psikologi Pendidikan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada .



Untuk mendapatkan file lengkap hubungi/ sms ke HP. 085725363887



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar