HP. 085 725 363 887

Pencarian

Memuat...

Rabu, 30 Mei 2012

JUDUL-JUDUL PTK SMP 151-200


Klik KODE yang berwarna BIRU untuk melihat ABSTRAK

PTK SMP. 151. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII B SMP Negeri xxx  Pada Pokok Bahasan Perbandingan Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC). (Matematika)

PTK SMP 152. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Think Pair and Share (TPS) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII E SMP N xxx dalam Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (Matematika)

PTK SMP 153. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII Semester I MTs. xxx  dalam Pokok Bahasan Aritmetika Sosial Melalui Diskusi Kelompok Kecil Tahun Pelajaran 2005/2006 (Matematika)

PTK SMP 154. Upaya  meningkatkan  prestasi  belajar  siswa  kelas VIIIA MTs xxx Tahun Pelajaran    2005/2006    pada    Pokok    Bahasan    Teorema    Pythagoras    Melalui Penggunaan Alat Peraga Model Pythagoras (Matematika)

PTK SMP 155. Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Pendekatan  Kontekstual Dalam Pembelajaran Matematika (Matematika)

PTK SMP 156. Upaya  Meningkatkan  Hasil  Belajar  Siswa  Kelas  III  G SMP Negeri xxx  pada Pokok Bahasan Operasi pada Bentuk Aljabar Melalui Model Pembelajaran Tutor Sebaya dalam Kelompok Kecil (Matematika)

PTK SMP 157. Meningkatkan Prestasi Belajar IPA-Fisika Siswa Kelas IX SMP Negeri xxx Semester 1 Tahun Pelajaran 2009/2010 Melalui Optimalisasi Keterampilan Proses. (Fisika)

PTK SMP 158. Optimalisasi Bimbingan Konseling Untuk Meningkatkan Prestasi Siswa Berprestasi Rendah  Di Kelas VII Smp Negeri xxx Tahun 2011/2012 (Bimbingan Konseling/ BK)

PTK SMP 159. Upaya Abolisionestis untuk Mengurangi Kenakalan Siswa Kelas VIII SMP Negeri xxx  Tahun 2010/2011 (Bimbingan Konseling/ BK)

PTK SMP 160. Upaya Membangun Kemandirian dalam Belajar dan Hidup Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Cawas Dalam Rangka Mempersiapkan Pendidikan Pada Jenjang Yang Lebih Tinggi (Bimbingan Konseling/ BK)

PTK SMP 161. Meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX SMP xxx  Tahun Pelajaran 2009 – 2010 pada Topik Bangun Ruang Sisi Lengkung dengan Menerapkan Pendekatan SAVI (Somatis, Auditori, Visual, Intelektual) (Matematika)

PTK SMP 162. Keefektifan  Model  Pembelajaran  Matematika Cooperative Learning Tipe STAD Melalui Pemanfaatan Alat Peraga Pada   Sub   materi   pokok   Keliling   dan   Luas   Daerah   Lingkaran Terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VIII Semester II SMP Negeri   xxx   Tahun   Pelajaran   2006/2007 (Matematika)

PTK SMP 163. Penerapan Pembelajaran  Matematika  Kontekstual  Pada  Materi  Teorema  Phytagoras  untuk Meningkatkan  Hasil  Belajar  dan  Aktivitas  Siswa  MTs  xxx  Tahun Pelajaran 2004/2005 (Matematika)

PTK SMP 164. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Pembelajaran Cooperative Learning tipe STAD Pada Siswa Kelas VII-1 SMP Negeri xxx  Semester I Tahun Pelajaran 2006/2007 (Matematika)

PTK SMP 165. Meningkatkan Hasil Ulangan Harian IPA-Fisika pada Siswa Kelas IX SMP Negeri XXX Kabupaten XXX Semester 2 Tahun Peiajaran 2008/2009 dengan Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw (Fisika)

PTK SMP 166. Peningkatan Hasil Belajar Ips Melalui Penerapan Metode Problem Solving Di MTs N xxx (IPS Geografi, Ekonomi, Sejarah)

PTK SMP 167. Penggunaan Metode Drill Dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Pada Materi Bahasa Arab Di kelas VIII- Di MTS xxx (Bahasa Arab)

PTK SMP 168. Meningkatkan Kekmampuan Bermusikaliasi Puisi Melalui Kerja Kelompok Terpimpin Pada Kelas IX-C Smp xxx (Bahasa Indonesia)

PTK SMP 169. Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerpen Melalui Pendekatan Ctl Pada Kelas IX-B SMP Negeri xxx (Bahasa Indonesia)

PTK SMP 170. Penerapan Metode Inquiry Dalam Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran Ekonomi Di SMP xxx (Ekonomi)

PTK SMP 171. Penerapan   Model Pembelajaran  Contextual  Teaching  and  Learning  untuk  Meningkatkan  Hasil Belajar Siswa kelas VIII I SMP Negeri xxx dalam Pokok Bahasan Pythagoras (Matematika)

PTK SMP 172. Pembelajaran Model Advance Organizer dengan Peta Konsep untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa (PTK Pada Siswa Kelas vii smp  xxx)

PTK SMP 173. Peningkatan Hasil Belajar Biologi Pokok Bahassan Ekosistem Dengan Pendekatan CTL Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri xxx Tahun Ajaran 2006/2007 (Biologi)

PTK SMP 174. Peningkatan Hasil Belajar Biologi Pada Pokok Bahasan Ekosistem Dengan Penerapan Pendekatan Kontekstual Siswa Kelas VII SMP N xxx Tahun Ajaran 2006/2007 (Biologi)

PTK SMP. 175. Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Pokok Bahasan Garis Singgung Lingkaran Menggunakan Peta Konsep (PTK Pembelajaran Matematika di Kelas VIII SMP Negeri xxx ) (Matematika)

PTK SMP 176. Efektivitas Pembelajaran Biologi Menggunakan Media Komik pada Materi Pokok Pencemaran Lingkungan Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VII SMP Negeri xxx Tahun Ajaran 2006/2007 (Biologi)

PTK SMP 177. Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematika dan Ketrampilan Siswa (PTK Pembelajaran Matematika Kelas VII SMP Negeri xxx) (Matematika)

PTK SMP 178. Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Menggunakan Pendekatan Discovery Terpimpin Pada Siswa Kelas VIII SMP xxx Tahun Ajaran 2006/2007 (Biologi)

PTK SMP 179. Implementasi Model Pembelajaran Inquiry Berbasis Teknologi Informasi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Tata Busana Siswa Kelas VIII SMP xxx (Tata Busana)

PTK SMP 180. Pemberian Motivasi Psikologi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Tata Busana Pada Siswa Kelas IX B SMP xxx Tahun Pelajaran 2009/2010 (Tata Busana)

PTK SMP 181. Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Melalui Tipe TGT (Teams Games Tournaments) Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII MTs. Xxx Pada Pokok Bahasan Bilangan Bulat (Matematika)

PTK SMP 182. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII A SMP Negeri xxx Dalam Pokok Bahasan Operasi Bilangan Pecahan Melalui Model Pembelajaran Diskusi Kelompok Tahun Pelajaran 2005/2006 (Matematika)

PTK SMP 183. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Pendekatan Kontekstual Kelas VIII SMP Negeri XXX Tahun Ajaran 2007/2008 (Matematika)

PTK SMP 184. Penggunaan Media Alat Peraga Untuk Meningkatkan Penguasaan Materi Tata Busana Kelas IX SMP xxx (Tata Busana)

PTK SMP 185. Implementasi Model Pembelajaran Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Tata Busana Siswa Kelas VIII xxx (Tata Busana)

PTK SMP 186. Peningkatan Prestasi Belajar IPA-Fisika Melalui Pembelajaran Contextual Teaching And Learning Pada Siswa Kelas IX SMP xxx Semester 1 Tahun Pelajaran 2008/2009 (IPA-FISIKA)

PTK SMP 187. Penerapan Model Group Investigation Dalam Peningkatan Pembelajaran Induksi Elektromaknetik Siswa Kelas IX SMP Negeri xxx (IPA-FISIKA)

PTK SMP 188. Peningkatan Pemahaman Konsep Perpindahan Kalor melalui Media Pembelajaran Panggang Sate pada Siswa Kelas VIIl-l SMP Negeri XXX (IPA-FISIKA)

PTK SMP 189. Upaya Meningkatkan Prestasi Siswa Pada Konssep Cahaya melalui Pembelajaran Kooperatif Learning Variasi Stad dapat Mennmbuhkan Walial pada Kelas VIII-C SMP Negeri XXX Dinas Pendidikan Kabupaten XXX (IPA-FISIKA)

PTK SMP 190. Model Demontrasi Dalam Peningkatan Pembelajaran Tekanan Zat Cai Siswa Kelas VIII B SMPN XXX (IPA-FISIKA)

PTK SMP 191. Pelaksanaan Pendekatan Komunikatif Dengan Dengan Metode Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas VIII-A Di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) Bagdagiyah Jedah Saudi Arabiya Tahun Pelajaran 2010/2011 (Bahasa Indonesia)

PTK SMP 192. Penerapan Pemdekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Biologi Kelas VII SMP XXX (BIOLOGI)

PTK SMP 193. Peningkatan Pemahaman Konsep Matematika dan Kreativitas Siswa Dalam Pemblajaran Matematika Melalui Pendekatan Student Active Learning (SAL) Dengan Menggunakan Alat Peraga Tangram dan Lembar Kerja Siswa (LKS) (PTK pada siswa kelas IX E di SMP Negeri XXX) (Matematika)

PTK SMP 194. Implementasi Pembelajaran Inovatif Berbasis DEEP DIALOGUEUntuk Meningkatkan Kreativitas Siswa Dalam Belajar Matematika (PTK Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VII Semester Gasal di SMP XXX Tahun 2011/2012) (Matematika)

PTK SMP 195. Peningkatan Aktivitas Dan Ketrampilan Menulis Teks Descripti Bertema Narrating Fast Events Melalui Penerapan Pendekatap Kontekstual Pada Siswa Kelas Viii A Smp Negeri XXX Semester I Tahun Pelajaran 2010/2011 (Bahasa Indonesia)

PTK SMP 196. Efektivitas Pembelajaran Team Quiz Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kelas VIII C SMP XXX Tahun 2008/2009 (BIOLOGI)

PTK SMP 197. Pembelajaran  Sains  Dengan Pendekatan  Keterampilan Proses Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Pertama Pada Pokok Bahasan Suhu dan Pemuaian (FISIKA)

PTK SMP 198. Peningkatan Pemahaman Majas Pertautan Melalui Teknik Forum Pada Siswa Kelas Vii B Smp Negeri I xxx (Bahasa Indonesia)

PTK SMP 199. Penerapan Metode Ceramah Bervariasi dalam Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IX.11 Semester 1 SMP Negeri xxx Tahun Pelajaran 2008/2009 (Bahasa Indonesia )

PTK SMP 200. Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa dalam Mengapresiasi Cerita Pendek melalui Pendekatan Kontekstual di Kelas IX C SMP Negeri XXX (Bahasa Indonesia)


PTK SMP
Halaman :   1   2   3   4   5      



Untuk mendapatkan file lengkap hubungi/ sms ke HP. 085725363887

PTK SD 131 : Upaya Meningkatkan Prestasi Dan Kualitas Belajar bahasa Indonesia Pada Materi Berbicara dan Membaca Dengan Menerapkan Metode STAD dan Metode Role Playing Pada Siswa Kelas ………… Tahun Pelajaran 200X/200X


ABSTRAK


…………………., 200X.Upaya Meningkatkan Prestasi Dan Kualitas Belajar bahasa Indonesia Pada Materi Berbicara dan Membaca Dengan Menerapkan Metode STAD dan Metode Role Playing Pada Siswa Kelas ………… Tahun Pelajaran 200X/200X

Kata Kunci: bahasa Indonesia, metode model STAD dan Role Playing

Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina dan meningkatkan kecerdasan serta keterampilan siswa. Untuk mengatasi permasalahan di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan secara maksimal, peran guru sangat penting dan diharapkan guru memiliki cara/model mengajar yang baik dan mampu memilih model pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran yang akan disampaikan.
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran model STAD dan Role Playing? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran model STAD dan Role Playing terhadap motivasi belajar siswa?
Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran model STAD dan Role Playing. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran model STAD dan Role Playing.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas ………………………………………. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,18%), siklus II (77,27%), siklus III (86,36%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode model STAD dan Role Playing dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa ……………………………., serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran bahasa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1997. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Berg, Euwe Vd. (1991). Miskonsepsi bahasa Indonesia dan Remidi Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.
Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Joyce, Bruce dan Weil, Marsh. 1972. Models of Teaching Model. Boston: A Liyn dan Bacon.
Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.
Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah Panitia Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban.
Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University Press. Universitas Negeri Surabaya.
Soedjadi, dkk. 2000. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. Surabaya; Unesa Universitas Press.
Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.
Usman, Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Widoko. 2002. Metode Pembelajaran Konsep. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887 




Jumat, 25 Mei 2012

PTK SMP 043 = Pd 476 : Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IX A SMP 2 Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Pokok Tabung, Kerucut dan Bola melalui Implementasi Pendekatan Kontekstual.


 ABSTRAK


xxxxxxxxxxxx 2007. Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IX A SMP 2 Gebog Kudus Tahun Pelajaran 2006/2007 Pada Materi Pokok Tabung, Kerucut dan Bola melalui Implementasi Pendekatan Kontekstual.

Pada hakekatnya matematika muncul dari kehidupan nyata sehari-hari, oleh  karena itu proses pembelajaran matematika harus dapat menghubungkan antara ide abstrak matematika dengan suatu situasi nyata yang pernah dialami siswa ataupun yang dapat dipikirkan siswa, maka dalam setiap pembelajaran diharapkan menggunakan pendekatan kontekstual yang akrap dengan kehidupan nyata sehari-hari. Peserta  didik  kelas  IX  SMP  2 Gebog masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal – soal yang berkaitan dengan geometri ruang, sehingga hasil belajar peserta didik kelas IX tahun pelajaran 2005/2006 dalam pokok bahasan bangun ruang, masih sangat rendah. Akibatnya  presentase penguasaan materi soal matematika ujian nasional SMP/MTs tahun pelajaran 2005/2006 untuk menyelesaikan volum bangun ruang hanya mencapai 58,97 sedangkan untuk menyelesaikan soal tentang luas bangun ruang hanya mencapai 63,25.
Permasalahan yang dikaji dalam penelitian tindakan kelas ini adalah apakah melalui implementasi   pendekatan  kontekstual dapat  meningkatkan hasil belajar  peserta  didik  kelas  IX A SMP 2 Gebog Kudus tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok tabung, kerucut dan bola? Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa kelas IX A SMP 2 Gebog Kudus tahun pelajaran 2006 / 2007  dalam materi pokok tabung, kerucut dan bola melalui implementasi pendekatan kontekstual .
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus, yang masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, implementasi tindakan, pengamatan dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa selama proses pembelajaran dan pemberian soal tes pada setiap akhir siklus serta hasil reflaksi siwa pada setiap akhir pembelajaran, kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran diambil dari lembar pengamatan terhadap guru. Indikator  keberhasilan dalam penelitian ini adalah : siswa dianggap tuntas belajar jika mencapai skor =  60 %, sedangkan kelas dianggap tuntas belajar jika   kelas  tersebut  terdapat 85 %  siswa yang mencapai daya serap =  60 %.  Hasil penelitian pada siklus 1 menunjukkan bahwa prosentase ketuntasan belajar siswa adalah 68,18 % sehingga kelas belum tuntas belajar dan prosentase keaktifan siswa adalah 69,17 %, sedangkan hasil penelitian pada siklus 2 menunjukkan bahwa prosentase ketuntasan belajar siswa adalah 90,83 % sehingga kelas sudah tuntas belajar dan prosentase keaktifan siswa adalah 86,36 %.
 Dari penelitian ini dapat diperoleh simpulan bahwa dengan menggunakan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil peserta didik kelas IX A SMP 2 Gebog tahun pelajaran 2006/2007 pada materi pokok tabung, kerucut dan bola. Saran yang dapat diajukan adalah para guru dalam melaksanakan pembelajaran juga diharapkan menggunakan pendekatan kontekstual.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887 





PTK SD 130 : Penerapan Metode Kooperatif Model TGT (Team Games Tournament) Sebagai Alternatif Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas ……… Tahun Pelajaran ....


 ABSTRAK


……………………….., ..... Penerapan Metode Kooperatif Model TGT (Team Games Tournament) Sebagai Alternatif Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas ………………… Tahun Pelajaran ....

 Kata Kunci: pembelajaran matematika, metode kooperatif model TGT

Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sudah diterima, sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas. Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa. Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berfikir secara sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten.
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TGT? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran kooperatif model TGT terhadap moti....asi belajar siswa?
Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model TGT. (b) Ingin mengetahui pengaruh moti....asi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model TGT.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas ……………………………………... Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar obser....asi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (66,67%), siklus II (77,78%), siklus III (88,89%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model TGT dapat berpengaruh positif terhadap moti....asi belajar Siswa ……………. …… serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika.


DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.
Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar E....aluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arsyad, Azhar. 1997. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Combs. Arthur. W. 1984. The Profesional Education of Teachers. Allin and Bacon, Inc. Boston.
Dahar, R.W. 1989. Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1994. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar, Jakarta. Balai Pustaka.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Felder, Richard M. 1994. Cooperati....e Learning in Technical Corse, (online), (Pcll\d\My % Document\Coop % 20 Report.
Hadi, Sutrisno. 1981. Metodogi Research. Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Uni....ersitas Gajah Mada. Yoyakarta.
Hamalik, Oemar. 1994. Media Pendidikan. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Hasibuan. J.J. dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hudoyo, H. 1990. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Malang: IKIP Malang.
KBBI. 1996. Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka.
Kemmis, S. dan Mc. Taggart, R. 1988. The Action Research Planner. ....ictoria Dearcin Uni....ersity Press.
Margono, S. 1996. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineksa Cipta.
Mursell, James ( - ). Succesfull Teaching (terjemahan). Bandung: Jemmars.
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nur, Muhammad. 1996. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya. Uni....ersitas Negeri Surabaya.
Purwanto, N. 1988. Prinsip-prinsip dan Teknis E....aluasi Pengajaran. Bandung. Remaja Rosda Karya.
Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Moti....asi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI, Uni....ersitas Terbuka.
Soetomo. 1993. Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya Usaha Nasional.
Sudjana, N dan Ibrahim. 1989. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru.
Surakhmad, Winarno. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wahyuni, Dwi. 2001. Studi Tentang Pembelajaran Kooperatif Terhadap Hasil Belajar Matematika. Malang: Program Sarjana Uni....ersitas Negeri Malang.
Wetherington. H.C. and W.H. Walt. Burton. 1986. Teknik-teknik Belajar dan Mengajar. (terjemahan) Bandung: Jemmars.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887 




Jumat, 18 Mei 2012

PTK SD 129 :Meningkatkan Hasil BelajarBelajar Matematika Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Model STAD (Student Teams Achievement Division) Pada Siswa Kelas …………… Tahun Pelajaran 2005/2006



ABSTRAK

 xxxxxxxxxxxxxxx 2005. Meningkatkan Hasil BelajarBelajar Matematika Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Model STAD (Student Teams Achievement Division) Pada Siswa Kelas …………………… Tahun Pelajaran 2005/2006

Kata Kunci: matematika, kooperatif model stad

Kebinekaan dipandang sebagai kondisi alami yang diciptakan Tuhan agar manusia dapat saling berhubungan dalam rangka membutuhkan. Oleh karena itu, guru hendaknya menciptakan suasana belajar kooperatif dalam kelas. Penciptaan norma yang membuat semua anak memberikan sumbangan bagi kemajuan kelompok. Norma semacam itu memandang anak yang mendominasi anak lain atau menggantungkan diri pada orang lain sama buruknya sehingga harus diberantas. Ini berarti anak yang pandai harus membantu anak yang kurang pandai, anak yang kuat harus membantu yang lemah, dan tiap anak harus saling mendorong untuk menumbuhkan motivasi belajar yang kuat.
            Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan Hasil Belajarbelajar siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model STAD? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran kooperatif model STAD terhadap motivasi belajar siswa?
            Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan Hasil Belajarbelajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model STAD. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model STAD.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa …………………………... Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa Hasil Belajarbelajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (65,22%), siklus II (78,26%), siklus III (86,96%).
Simpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif model STAD dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa ……………………………….., serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika.


DAFTAR PUSTAKA
Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.
Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arsyad, Azhar. 1997. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Combs. Arthur. W. 1984. The Profesional Education of Teachers. Allin and Bacon, Inc. Boston.
Dahar, R.W. 1989. Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1994. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar, Jakarta. Balai Pustaka.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Felder, Richard M. 1994. Cooperative Learning in Technical Corse, (online), (Pcll\d\My % Document\Coop % 20 Report.
Hadi, Sutrisno. 1981. Metodogi Research. Yayasan Penerbitan FakuLearning Togetheras Psikologi Universitas Gajah Mada. Yoyakarta.
Hamalik, Oemar. 1994. Media Pendidikan. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Hasibuan. J.J. dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hudoyo, H. 1990. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Malang: IKIP Malang.
KBBI. 1996. Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka.
Kemmis, S. dan Mc. Taggart, R. 1988. The Action Research Planner. Victoria Dearcin University Press.
Margono, S. 1996. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineksa Cipta.
Mursell, James ( - ). Succesfull Teaching (terjemahan). Bandung: Jemmars.
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nur, Muhammad. 1996. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya. Universitas Negeri Surabaya.
Purwanto, N. 1988. Prinsip-prinsip dan Teknis Evaluasi Pengajaran. Bandung. Remaja Rosda Karya.
Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI, Universitas Terbuka.
Soetomo. 1993. Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya Usaha Nasional.
Sudjana, N dan Ibrahim. 1989. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru.
Sudjana, Nana. 1989. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
Surakhmad, Winarno. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wahyuni, Dwi. 2001. Studi Tentang Pembelajaran Kooperatif Terhadap Hasil Belajar Matematika. Malang: Program Sarjana Universitas Negeri Malang.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887 




Sabtu, 12 Mei 2012

PTK SD 128 : Peningkatan Proses Pembelajaran Tentang Luas Bangun Melalui Model Kooperatif Stad dan Kuis pada Siswa Kelas VIA SDN Sadang Taman Sidoarjo


 ABSTRAK

xxxxxxxxxxxxx, 2006. Peningkatan Proses Pembelajaran Tentang Luas Bangun Melalui Model Kooperatif  Stad dan Kuis pada Siswa Kelas VIA SDN Sadang Taman Sidoarjo.Pembimbing (1) Dra. Umi Dayati, M.Pd, (2) Dra. Harti Kartini, M.Pd.

Kata Kunci: Proses Pembelajaran , Model Kooperatif STAD, Kuis.

            Pembelajaran Matematika yang disajikan dengan ceramah dan latihan-latihan individual sering tidak disukai oleh para siswa. Akibatnya hasil belajar selalu di urutan paling bawah dibandingkan mata pelajaran lainnya. Padahal ilmu  matematika memiliki peranan sangat strategis dalam berbagai kehidupan. Untuk menciptakan proses pembelajaran yang menyenangkan, mengasyikkan dan dapat meningkatkan hasil belajar, maka perlu adanya perubahan pembelajaran yang menarik yaitu menerapkan pembelajaran model kooperatif STAD dan kuis.
Rumusan masalah yang diajukan: (1) Bagaimanakah pembelajaran model kooperatif STAD dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun lebih bersemangat? (2) Bagaimanakah bermain kuis dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun menjadi lebih bersemangat ?.
Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, maka dilakukan penelitian dengan subyek 26 orang siswa SDN Sadang kelas VIA. Pengambilan data menggunakan metode observasi, angket, tes tulis dan perbuatan, serta dokumentasi. Penelitian dilakukan dengan tiga siklus. Setiap siklus dilakukan perencanaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pelaksanaan tindakan secara berurutan berupa: pembelajaran klasikal, pembelajaran kelompok membuat soal dan jawaban model STAD, dan kuis. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Pertemuan I pembelajaran klasikal, kerja kelompok, dan unjuk kerja kelompok dalam bentuk kuis. Pertemuan II melanjutkan unjuk kerja kelompok dalam kegiatan kuis dan evaluasi hasil belajar.
Hasil penelitian pada siklus I, aktifitas pembelajaran klasikal hanya mencapai 54,22%. Hal ini belum mencapai peningkatan proses pembelajaran yang diharapkan yaitu 60-70%. Namun pada proses pembelajaran kelompok telah mencapai 91,66% dengan target 70-80%, dan kuis mencapai 74,82% dengan target 70-80%. Sedangkan hasil belajar hanya mencapai 66,66% siswa mencapai nilai 60 - >60 dengan rerata nilai 65 sedangkan target yang ditentukan 100% tuntas mencapai nilai 60 - >60.
Untuk meningkatkan proses pembelajaran klasikal pada siklus II setiap siswa diberi peraga beberapa bangun datar untuk dibentuk menjadi berbagai  gabungan bangun dalam membuat soal. Pada Siklus II terjadi peningkatan proses pembelajaran klasikal menjadi 66,15% karena mulai ada 4 orang siswa bertanya dan 20 orang siswa mencatat, di mana pada siklus I tidak ada siswa yang bertanya dan mencatat. Proses Pembelajaran kelompok meningkat menjadi 92,85%. Dan Pembelajaran kuis meningkat menjadi 86,16%. Sedangkan hasil belajar mencapai rerata 72,3% dengan 76,92% siswa mencapai 60 - >60. Dalam proses penyampaian soal kuis menunjukkan soal-soal yang dikemukakan siswa cukup rumit, karena berupa berbagai gabungan bangun datar yang bermacam-macam. Pada Siklus III selain ada peraga untuk setiap siswa, untuk dapat menemukan rumus luas bangun ruang berdasarkan rumus luas bangun datar yang telah dikuasai siswa, juga ditambah dengan pemberian tugas rumah berupa latihan-latihan. Hal ini disebabkan kompetensi yang harus dikuasai semakin sulit. Pada siklus III terjadi peningkatan proses pembelajaran klasikal yang cukup tinggi menjadi 84,61%. Hal ini disebabkan semakin banyaknya siswa yang mengajukan pertanyaan sebanyak 10 siswa dan mencatat sebanyak 26 siswa. Proses Pembelajaran kelompok meningkat  menjadi 97,61%, dan proses kegiatan kuis meningkat menjadi 92,77%. Sedangkan  hasil belajar mencapai rerata 79,61% dengan 100% siswa mencapai nilai 60 - >60. Dengan demikian semua target yang ditetapkan telah tercapai.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan (1) Pembelajaran model kooperatif STAD  dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun lebih bersemangat, meningkatkan proses pembelajaran, dan hasil belajar. (2) bermain kuis dapat mendorong siswa untuk belajar tentang luas bangun menjadi lebih bersemangat, meningkatkan proses belajar, dan hasil belajar.
Maka disarankan (1) Kepada para guru, untuk meningkatkan proses pembelajaran maupun hasil belajar matematika, dapat digunakan model kooperatif STAD  sebagai pilihan untuk mengatasi permasalahan pembelajaran matematika.(2) Strategi pembelajaran kuis seperti pada penelitian ini juga dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika, namun diperlukan persiapan yang matang, terutama pada saat penilaian kelompok penjawab diperlukan bantuan dari siswa yang pandai untuk membantu guru mengerjakan soal-soal yang dibuat oleh temannya. (3) Bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian lanjutan sesuai dengan penelitian ini juga disarankan agar membuat persiapan yang lebih sempurna terutama dalam mempersiapkan instrumen pengamatan beserta rubrik-rubrik yang jelas pada saat kegiatan kuis. Juga disarankan agar tim pengamat minimal dua orang, karena menurut pengalaman peneliti tim pengamat sangat sibuk dalam menilai pada saat kegiatan kuis.

DAFTAR RUJUKAN
Arikunto,Suharsimi & Suharjono & Supardi. 2006, Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Departemen Agama RI. 2001. Bahan Penataran ( Modul Metodologi Pendidikan Agama Islam) Jakarta: Direktorat Jendral Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.
Departemen Agama RI. 2004. Strategi Pembelajaran Matematika untuk Tingkat Madrasah Aliyah. Jakarta: Badan Litbang Agama dan Diklat Keagamaan Pusdiklat Tenaga Teknis Keagamaan.
De Porter, Bobbi. 2001. Quantum Teaching, Bandung: Kaifa.
Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. 2005. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Kelas VI Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah. Sidoarjo: Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo
Hasibuan & Mujiono. 2004. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nur, Mohammad. 1998. Teori Pembelajaran Kognitif. Surabaya: PPS IKIP Surabaya.
Nur, Mohammad. 2003. Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pembelajaran sebagai Salah Satu Prasyarat Utama Pengimplementasian Kebijaka-kebijakan Inovatif Depdiknas dalam Merespon Tuntutan dan Tantangan Masa Depan. Makalah disajikan dalam Wisuda VII Pascasarjana Teknologi Pembelajaran Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, 20 Desember 2003.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Jakarta: Cemerlang.
Wardani, I.G.A.K. 2005. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas terbuka Departemen Pendidikan Nasional.
Riyanto, Yatim. 2001. Metodologi Penelitian Pendidikan. Surabaya: Penerbit SIC.
Yuwono, Trisno & Abdullah Pius. 1994. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Praktis. Surabaya: Arkola.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887 





Kamis, 10 Mei 2012

PTK SD 127 : Model Pembelajaran Realistik dengan Menggunakan Contoh yang Relevan dengan Pengalaman Anak Serta Model Bangun Ruang Untuk Meningkatkan Konsep Pemahaman Siswa Tentang Sifat Bangun Ruang Siswa SD


 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Guru sebagai tenaga profesional dituntut untuk memiliki kompetensi paedagogi, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial. Upaya untuk menguasai keempat kompetensi itu melalui pendidikan formal hanyalah merupakan syarat mutlak bagi guru. Akan tetapi upaya peningkatan kemampuan terus menerus (continuous improvement) merupakan syarat yang tidak perlu ditawar-tawar lagi. Salah satu pilihan upaya yang bisa digunakan guru untuk melakukan  continuous improvement adalah melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas  merupakan salah satu alternatif model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran dalam beberapa siklus secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kesejawatan dan saling membutuhkan (Suharsimi Arikunto, 2006 : 23). Dengan kata lain PTK merupakan suatu cara peningkatan mutu pendidikanyang tak pernah berakhir. Dari segi profesionalisme, PTK juga dipandang sebagai suatu unjuk kerja seorang guru yang professional karena studi sistemik yang dilakukan terhadap diri sendiri dianggap sebagai tanda (hallmark) dari pekerjaan guru yang professional (Hopkins, 1993 dalam Wardani, 2000).
            Alasan lain yang juga ikut memperkuat perlunya guru melakukan PTK adalah keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan pengembangan di sekolahnya dan mungkin ditingkat yang lebih luas, sehingga ia perlu melakukan reviu terhadap kinerjanya sendiri, untuk selanjutnya dapat dipakai sebagai masukan terhadap kinerjanya sendiri, untuk selanjutnya dipakai sebagai masukan dalam reviu  kinerja sekolah. Kegiatan menilai daya serap, reviu muatan kurikulum, atau reviu teknik pembelajaran yang efektif memerlukan keterampilan untuk melaksanakan PTK, guru akan merasa lebih mantap berpartisipasi dalam berbagai kegiatan inovatif. Dengan kata lain PTK adalah suatu tindakan perbaikan pembelajaran yang memerlukan kompetensi secara komperhensif.
Untuk itulah dan melalui program pendidikan sarjana guru sekolah dasar Universitas Terbuka yang program akhirnya adalah menyusun laporan PTK  dalam mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) peneliti melakukan penelitian tindakan kelas.
Penelitian tindakan kelas yang dilakukan peneliti diarahkan pada mata pelajaran Matematika . Berdasarkan hasil analisis nilai siswa kelas V SDN.Tanjakan II Kecamatan Rajeg Kabupaten Tangerang untuk topik sifat bangun rung  diperoleh data sebagai berikut :
  1. Pada pembelajaran  konsep sifat bangun ruang, nilai rata-rata siswa  pada topik ini hanya mencapai 5,00 dari Kriteria Ketuntasan Minimal 6,00.
  2. Berdasarkan catatan penulis, pada pembelajaran konsep sifat bangun ruang ini siswa cenderung pasif.
            Berdasarkan refleksi yang penulis lakukan, identifikasi penyebab masalahnya antara lain :
  1. Guru kurang memberikan contoh-contoh soal realistik (sesuai dengan         pengalaman keseharian siswa).
  2. Guru kurang memberikan latihan.
  3. Guru tidak menggunakan media/alat bantu pembelajaran untuk memperjelas konsep.
  4. Kurangnya waktu pembelajaran.
  5. Guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif dalam        proses pembelajaran.
  6. Guru kurang terampil mengelola kegiatan pembelajaran.
Dari analisis penyebab masalah, penulis dengan bantuan rekan sejawat dan supervisor, dalam hal ini adalah pengawas SD Kecamatan Rajeg merencanakan alternatif pemecahan masalah. Alternatif pemecahan masalahnya sebagai berikut :
a. Matematika
 Pembelajaran Konsep sifat bangun ruang  akan menggunakan :
1. Pendekatan pembelajaran realistik.
2. Frekuensi latihan pemecahan masalah di tambah
3. Menggunakan alat peraga model kerangka bangun.
B.  Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Apakah model pembelajaran realistik dengan menggunakan contoh yang relevan dengan pengalaman anak serta model bangun ruang dapat meningkatkan konsep pemahaman siswa tentang sifat bangun ruang ?
C.  Tujuan Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Kegiatan perbaikan pembelajaran yang penulis laksanakan bertujuan :
  1. Mendeskripsikan pembelajaran realiatik untuk sifat bangun ruang.
  2. Mendeskripsikan dampak penggunaan pembelajaran realistik dengan penambahan latihan terhadap hasil belajar siswa.
  3. Mengetahui kendala yang dihadapi dalam menerapkan model pembelajaran realistik.
  4. Menerapkan solusi yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala dalam menerapkan model pembelajaran realiatik dan alat perga modek kerangka bangun.
D.  Manfaat Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Bagi siswa pembelajaran model pembelajaran yang lain dari biasanya memberikan pengalaman baru dan diharapkan memberikan kontribusi terhadap peningkatan belajarnya. Siswa memiliki kesadaran bahwa proses pembelajaran adalah dalam rangka mengembangkan potensi dirinya, karena itu keberhasilan pembelajaran sangat ditentukan oleh siswa. Disamping itu, melalui penelitian ini siswa terlatih untuk dapat memecahkan masalah dengan pendekatan ilmiah dan siswa didorong aktif secara fisik, mental, dan emosi dalam pembelajaran.
            Bagi guru, penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan profesional, dan pembelajaran inkuiri menjadi alternatif pembelajaran untuk meningkatkan prestasi siswa. Memberikan kesadaran guru untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran yang disesuaikan dengan tujuan, materi, karakteristik siswa, dan kondisi pembelajaran. Guru mempunyai kemampuan dalam merancang model pembelajaran yang merupakan hal baru bagi guru, dan menerapkannya dalam pembelajaran. Dengan penelitian ini, kemampuan guru mengaktifkan siswa dan memusatkan pembelajaran pada pengembangan potensi diri siswa juga meningkat, sehingga pembelajaran lebih menarik, bermakna, menyenangkan, dan mempunyai daya tarik. Disamping itu penelitian ini dapat memperkaya pengalaman guru dalam melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan refleksi diri atas kinerjanya melalui PTK.
           Bagi kepala sekolah penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk kebijakan dalam upaya meningkatkan proses belajar mengajar (PBM) dan meningkatkan prestasi belajar siswa serta perlunya kerjasama yang baik antar guru dan antara guru dengan kepala sekolah.


DAFTAR PUSTAKA

Andayani, dkk.(2007). Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta : Universitas Terbuka
Anonim (2006) Kurikulum Standar isi. Jakarta : Depdiknas
Arifin, Zainal (1994). Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Arikunto, Suharsimi; Suhardjono; & Supardi (2006) Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT. Bumi Aksara.
Karso, dkk. (2000) Pembelajaran Matematika II. Jakarta : Universitas Terbuka
Wardani, I G. A. K.; Wihardit, K; & Nasoetion, N (2000). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Universitas Terbuka



Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887 




PTK SD 126 : Penerapan Metode Kooperatif Model Group Investigation (GI) Sebagai Alternatif Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas ……… Tahun Pelajaran 20X1/20X2


 

ABSTRAK

………………, 2004. Penerapan Metode Kooperatif Model Group Investigation  (GI) Sebagai Alternatif Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas ……………………………………Tahun Pelajaran 20X1/20X2

Kata Kunci: pembelajaran matematika, metode kooperatif model gi

Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sudah diterima, sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas. Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa. Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berfikir secara sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten.
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation ? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation  terhadap motivasi belajar siswa?
Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation . (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation .
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas …………………………. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (65,00%), siklus II (75,00%), siklus III (85,00%).
Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model Group Investigation  dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa ……………………………….., serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika.



DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.
Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arsyad, Azhar. 1997. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Combs. Arthur. W. 1984. The Profesional Education of Teachers. Allin and Bacon, Inc. Boston.
Dahar, R.W. 1989. Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1994. Petunjuk Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar, Jakarta. Balai Pustaka.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2000. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Felder, Richard M. 1994. Cooperative Learning in Technical Corse, (online), (Pcll\d\My % Document\Coop % 20 Report.
Hadi, Sutrisno. 1981. Metodogi Research. Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada. Yoyakarta.
Hamalik, Oemar. 1994. Media Pendidikan. Bandung: Citra Aditya Bakti.
Hasibuan. J.J. dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hudoyo, H. 1990. Strategi Belajar Mengajar Matematika. Malang: IKIP Malang.
KBBI. 1996. Edisi Kedua. Jakarta: Balai Pustaka.
Kemmis, S. dan Mc. Taggart, R. 1988. The Action Research Planner. Victoria Dearcin University Press.
Margono, S. 1996. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineksa Cipta.
Mursell, James ( - ). Succesfull Teaching (terjemahan). Bandung: Jemmars.
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nur, Muhammad. 1996. Pembelajaran Kooperatif. Surabaya. Universitas Negeri Surabaya.
Purwanto, N. 1988. Prinsip-prinsip dan Teknis Evaluasi Pengajaran. Bandung. Remaja Rosda Karya.
Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI, Universitas Terbuka.
Soetomo. 1993. Dasar-dasar Interaksi Belajar Mengajar. Surabaya Usaha Nasional.
Sudjana, N dan Ibrahim. 1989. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru.
Surakhmad, Winarno. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wahyuni, Dwi. 2001. Studi Tentang Pembelajaran Kooperatif Terhadap Hasil Belajar Matematika. Malang: Program Sarjana Universitas Negeri Malang.
Wetherington. H.C. and W.H. Walt. Burton. 1986. Teknik-teknik Belajar dan Mengajar. (terjemahan) Bandung: Jemmars.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887 




Minggu, 06 Mei 2012

PTK SD 125 : Efektivitas Pembelajaran Kontekstual Model Pengajaran Berbasis Masalah Dalam Meningkatkan Prestasi dan Penguasaan Materi Pelajaran IPA Pada Siswa Kelas ………….. Tahun Pelajaran ....


 ABSTRAK


…………………., ..... Efektivitas Pembelajaran Kontekstual Model Pengajaran Berbasis Masalah Dalam Meningkatkan Prestasi dan Penguasaan Materi Pelajaran IPA Pada Siswa Kelas ………….. Tahun Pelajaran ....

Kata Kunci: pelajaran IPA, kontekstual, basis masalah 

Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik, kita perlu mendengar,melihat, mengajukan pertanyaan tentangnya, dan membahasnya dengan orang lain. Bukan Cuma itu, siswa perlu “mengerjakannya”, yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktekkan keterampilan dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah mereka dapatkan.
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setian putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalh siswa kelas ………………………………….. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (64,00%), siklus II (76,00%), siklus III (88,00%).
Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran kontekstual berbasis masalah dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa ………………………………, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran IPA.

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. ..... Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta
Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.
Daroeso, Bambang. 1989. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Semarang: Aneka Ilmu.
Dayan, Anto. 1972. Pengantar Metode Statistik Deskriptif, tt. Lembaga Penelitian Pendidian dan Penerangan Ekonomi.
Hadi, Sutrisno. 198. Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta: YP. Fak. Psikologi UGM.
Melvin, L. Siberman. 2004. Aktif Learning, 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung: Nusamedia dan Nuansa.
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Riduwan. 2000. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. Bandung: Alfabeta.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2000. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Surakhmad, Winarno. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887