HP. 0856-0196-7147

PENCARIAN

Selasa, 13 November 2012

PTK SD 150 = Pd 499 : Penerapan Metode Diskusi Sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar PKPS Siswa Kelas IV Semester Genap SDN Sambirejo 4 Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2006/ 2007


 ABSTRAK

xxxxxxxx 2007. Penerapan Metode Diskusi Sebagai Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar PKPS Siswa Kelas IV Semester Genap SDN Sambirejo 4 Kecamatan Mantingan Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2006/ 2007. Pembimbing (I) _________________, (II) ________________
Kata kunci: Metode diskusi, upaya, prestasi belajar, PKPS.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya tuntutan pembentukan sumberdaya manusia yang berkualitas untuk mendukung cita-cita dan tujuan Negara RI serta mendukung globalisasi, sehingga dirasa perlu mengupayakan metode belajar yang mendukung untuk meningkatkan prestasi siswa. Dengan banyaknya konsep yang mengemukakan tentang keuntungan-keuntungan dalam penerapan metode diskusi, maka penulis merasa perlu melakukan penelitian ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  (1)  Bagaimana proses pelaksanaan metode diskusi pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial Siswa Kelas IV SDN Sambirejo 4 Kecamatan Mantingan Kabupatan Ngawi, (2) Minat  siswa kelas IV SDN Sambirejo 4 Kecamatan Mantingan Kabupatan Ngawi semester genap tahun 2006/2007 terhadap penggunaan metode diskusi yang digunakan oleh guru PKN, (3) Untuk mengetahui apakah penerapan metode diskusi dapat meningkatkan prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Pengetahuan Sosial siswa kelas IV semester genap SDN Sambirejo 4 Kecamatan Mantingan Kabupatan Ngawi tahun pelajaran 2006/2007.
Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan metode siklus, yaitu dengan menggunkan tiga siklus, yang mana dalam setiap siklus terdapat refleksi yang dimaksudkan untuk menggali strategi penyusunan alternative penyempurnaan, guna penyempurnaan di tahap berikutnya.
Hasil yang diperoleh adalah (1) Pelaksanaan metode diskusi yang dilakukan melalui tiga siklus, dengan siklus I sebagai siklus pertama penerapan metode diskusi, siklus II sebagai penyempurnaan dari siklus I, dan siklus III sebagai penyempurnaan dari siklus II., (2). Terdapat minat yang tinggi pada siswa terhadap penyelenggaraan diskusi, akan tetapi sebagian siswa justru tampak menjadi hiperaktif akibat kebebasan menjalin komunikasi saat pelaksanaan diskusi. Sementara itu, beberapa siswa tampak kurang berminat akibat merasa kesulitan untuk memahami persoalan, terutama dalam tahap siklus I dan II. Pada siklus III, minat siswa yang berlebihan tampak lebih terkendali. (3). Terdapat peningkatan prestasi yang nyata, baik dalam setiap siklus maupun hasil akhir dari penerapan metode diskusi, yaitu setelah siklus III. Sebelum penyelenggaraan diskusi, nilai rata-rata kelas adalah 6,5., setelah siklus I adalah 7,5., setelah siklus II adalah 7,8., dan pada tahap akhir setelah siklus III adalah 8,3. Hal ini menunjukkan dampak yang nyata dari pelaksanaan proses diskusi yang dilaksanakan dengan metode siklus.



Untuk mendapatkan file lengkap hubungi/sms  HP. 0856 0196 7147






Tidak ada komentar:

Posting Komentar