HP. 0856-0196-7147

PENCARIAN

Rabu, 04 Januari 2012

E 044 : PENENTUAN KEBIJAKSANAAN PEMBERIAN KOMPENSASI DALAM USAHA MENINGKATKAN HASIL PRODUKSI PADA PERUSAHAAN TEXTIL BATIK BATARI DI KARANGASEM – SURAKARTA


  

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dengan bertambah majunya tehologi pada dewasa ini terutama dalam bidang teknik telah mengakibatkan menurunnya persentase penggunaan tenaga manusia dalam perusahaan. Apabila dengan ditemukannya mesin – mesin dengan teknologi canggih dan pemakaian alat – alat kompiter dalam perusahaan telah mendesak fungsi tenaga manusia dalam kerja. Sekalipun demikian pada dasarnya perusahaan terdiri dari kelompok manusia, terjadinya perusahaan adalah untuk kepentingan manusia selanjutya dipimpin oleh manusia oleh karena itu manusia merupakan factor tenaga kerja yang sangat dibutuhkan.tenaga kerja merupakan salah satu fungsi operasional dari perusahaan dalam mencapai tujuan yang diiginkan kaena manusia adalah sebagai factor tenaga kerja yang mempunyai akal dan pikiran untuk mengusahakan dan mengendalikan alat – alat dan factor – factor produksi yang lain. Seperti yang dikatakan oleh Louis A Allen tentang perhitungannya peranan manusia di dalam kerja :
Betapapun sempurnanya rencana – rencana organisasi dan pengawasan serta penelitiannya bila mereka tidak dapat menyalankan tugasnya dengan minat dan gembira maka suatu perusahaan tidak akan mencapai hasil sebanyak yang sebenarnya dapat dicapai.
Hasil semakin jelaslah bahwa factor manusia ternyata sangat berperan dalam mencapai hasil sesuai dengan tujuan perusahaan
Pada umumnya yang mendorong manusia untuk beekrja adalah untuk mendapatkan uang karena uang adalah merupakan kebutuhan yang paling pokok. Salah satu cara perusahaan member imbalan pada pekerjaanya adalah dengan memberi kompensasi yang antara lain terdiri dari upah, jaminan sosial dan benefit, sedangkan menurut Edwin B Flippo yang dimaksudkan upah adalah harga untuk jasa – jasa yang telah diberikan oleh seseorang kepada orang lain.
Dari definisi tersbeut dapat disimpulkan bahwa upah adalah penggantian jasa yang diserahkan oleh majikan kepada pekerjanya dalam bentuk uang. Dengan demikian tidak saja upah yang tinggi yang diharapkan tapi juga keadilan dalam memberi upah sesuai dengan kerja mereka. Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya ternyata para pekerja tidak dapat melepaskan diri dari upah seperti yang dikemukakan oleh Sutrisn Hadi yaitu :
“Sesungguhnya upah yang berujut uang belum tentu merupakan factor yang paling menentukan kegiatan – kegiatan kerja namun untuk mempertahan kan kelangsungan hidupnya orang tidak dapat melepaskan diri dari upah”.
Dari uraian tersbeut diatas nyatalah bahwa upah merupakan motivator terbesar manusia bekerja.
Dalam penggolongan factor tenaga kerja ke dalam bidangnya masing-masing tidak dapat lepas dari segi sosial yang bertujuan untuk kesejahteraan pekerja yang nantinya akan mempengaruhi gairah kerja dan membuat pekerja kerasan bekerja di perusahaan sehingga menurut konsep ini yang dimaksud jaminan sosial tersebut ialah :
Merupakan dana dan fasilitas yang diberikan kepada pekerja yang merupakan imbalan jasa dari perusahaan, jawatan pemerintah karena pekerja telah menyumbangkan tenaganya.
Berdasarkan uraian di atas jaminan sosial diberikan kepada pekerja pada waktu pekerja membutuhkan bantuan ataupun diberikan dan disediakan secra tidak tetap misalnya dengan menyediakan lembga kesehatan pakaian seragam, jaminan hari tua, dan lain –lain.
Bonefit dalam hal ini adalah sesuatu yang diberi kan kepada pekerja yang bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan peekrja yang nantinya diharapkan akan memberikan hasilyang jauh lebih besar adapun yang termasuk bonefit di sini adalah pendidikan dan latihan fasilitas kendaraan dan perumahan dan lain-lain.
Oleh karena itu factor manusia dengan maslaah kompensasi mempunyai hubungan yang erat karena kompensasi merupakan imbalan jasa yang diterima manusia dari kerja maksimumnya.
Dengan demikian pemberian kompensasi diharapkan dapat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya serta dapat meningkatkan hasil produksi.
Mengingat hal – hal tersbeut diatas perlu kiranya penulis megemukakan bagaimana pengaruh kebijaksanaan pemberian kompensasi yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi pada perusahaan Textil Batik Batari di Surakarta

B.     Pembatasan dan Perumusan Masalah
Di dalam suatu perusahaan pada umumnya terdiri dari pimpinan perusahaan, wkail pimpinan, kepala bagian, kepala bagian pemasaran,pembelanjaan, personalia dan produksi yang mana masing-masing kepala bagian mempunyai staf-staf sendiri, yang akhirnyasampai pada pekerjaan – pekerjaan, adapun pekerjaan – pekerjaan tersebut juga banyak macamnya seperti pekerja yang menangani proses – produksi, bagian administrasi bagian trasportasi, bagian keamanan, bagian kebersihan, dan lain – lain yang semuanya perlu diberi kompensasi yang diberikan secara tetap sesuai dengan tingkat jabatan dan pekerjaannya. Oleh karena itu dalam hal ini penulis membatasi masalahnya hanya mengenai pemebrian kompensasi kepada pekerja produksi yaitu pekerja yang langsung menangani proses produksi dai bahan mentah menjadi barang jadi yang terjadi dari pekerja harian yang bekerja di perusahaan textile Batari Surakarta. 
Bertitik tolak pada uraian di atas yang mana masalah kompensasi pada dasarnya menyangkut hubungan antara pekerja yang menyerahkan tenaganya untuk beekrja dengan pihak perusahaan yang akan member imbalan jasa, akhirnya penulis tertarik untuk meneliti sampai sejauh mana hubungan antara kompensasi yang diberikan terhadap hasil produksi di perusahaan textile Batari, oleh karena itu yang menjadi pokok masalah di sini adalah :
a.       Apakah ada korelasi antara kompensasi terhadap hasil produksi serta bagaimana sifat korelasi tersbeut apakah positif atau negative.
b.      Setelah mengetahui sifat korelasi tersbeut bagaimana bijaksanaan pimpinan perusahaan dengan hasil tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Alex, S. Nitisemito, Drs. Ec. Manajemen Sumber Daya Manusia Jakarta, Gralia Indonesia , 1982
Djaewanto Prodjosudaemo, Drs. Pokok – Pokok Metode Riset Dan Bimbingan Penulisan Skripsi. Yogyakarta, Liber
Eqwin B. Flippo, Principle of Peersonal Management, Singapore, Mc graw Hill Book Company, 1961
Meiddjracman Ranupandoyo, Drs dan Suad Husnan Drs. MBA. Menejemen Personalia Yogyakarta BPFE UGM, 1983
--------------- , industrial Relations, Yogyakarta BPFE UGM, 1983
Manullang Drs. Pengatar Ekonomi Perusahaan Sumatra Utara BAPPIT, 1966
---------------, Menejemn Personalia, Jakarta, Gralia Indonesia, 1982.
Mohamad, As’ad, Drs. Psi, Psichologi Industri, Cambridgo, The River Press, 1955.
FR Meier, Psyhology,In Industri, Cambridge The River Press 1955
Siswoyo Judo Husodo, Ir. Imbalan Karyawan kalauu BBM Naik Lagi, Manajemen, 1984.
Soeroto, Drs, Ma, Strategi Pembangunan dan Perencanaan Tenaga Kerja, Yogyakarta, GAMA Press 1983
Sudjana, DR, MA. M.Sc., Sttatictik untuk Ekonomi dan Niaga Bandung, Trasit, 1982.
Sutrisno Hadi, Prof. Drs. MA. Kapita Selecta Psikkohologi Karya, Yogyakarta, FIP – TKIP, 1966.
--------------, Analisa Regesi Yogyakarta, BPEF, 1983.  


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887




Tidak ada komentar:

Posting Komentar