HP. 0856-0196-7147

PENCARIAN

Senin, 20 Agustus 2012

PTK SD 140 = Pd 027 : PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA (MEMBACA) MELALUI PEMBELAJARAN KELOMPOK (PARTISIPASIF) SISWA KELAS 1 SD NEGERI xxx TAHUN PELAJARAN 2004/2005


 ABSTRAK


xxxxxxxxxxxxxxx, PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA (MEMBACA) MELALUI PEMBELAJARAN KELOMPOK (PARTISIPASIF) SISWA KELAS 1 SD NEGERI xxx TAHUN PELAJARAN 2004/2005. Skripsi, Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Agustus 2005.
Peningkatan ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan prestasi belajar bahasa Indonesia (membaca) melalui pembelajaran kelompok (partisipasif) di kelas I SD Negeri I Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004/2005.
Pemusan masalah yang diajukan adalah apakah melalui pembelajaran kelomok (partisipatif) dapat meningkatkan prestasi belajar Bahasa Indonesia (membaca) di kelas I SD Negeri I Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004/2005.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tindakan kelas, sedangkan strategi yang digunakan adalah studi kasus dengan langkah – langkah menyusun rencana, mengadakan tindakan, observasi, dan mengadakan refleksi. Teknik sampling dalam penelitian ini tanpa melakukan seleksi atau peneliti tidak membatasi jumlah informan atau siswa yang diteliti, sedangkan peneliti yang diteliti sejumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi langsung, dan tes. Analisis data adalah analisis kasus.
Dari keseluruhan putaran atau siklus yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa guru telah mampu meningkatkan prestasi belajar bahasa Indonesia (membaca) melalui pembelajaran kelompok (partisipatif) siswa kelas I SD Negeri I Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004/2005.dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan melalui pembelajaran  kelompok (partisipatif) serta selalu membawa unsure – unsure dalam pembelajaran. Dalam setiap putaran atau siklus selalu membawa dampak yang positif yatu keraha peningkatan perkembangan kemampuan dan prestasi belajar Bahasa Indonesia siswa kelas I SD Negeri I Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus tahun pelajaran 2004/2005.

DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi. 2002. Psikologi Sosial. Jakarta: Rineka Cipta.
Adi Negoro. 1954. Kamus Bahasa Indonesia Modern.
Akhadiah, S.M.K. dkk. 1992. Bahasa Indonesia III. Jakarta: Dept. P dan K
Anton M. Moeliono. 1988. Psikologi Belajar. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Broto, A.S. 1975. Membaca. Jakarta: Bina Bahasa.
Bukhori, M. 1977. Pengantar Psikologi Pendidikan. Bandung: Jermare
Chalijah Hasan. 1994. Dimensi-Dimensi Psikologi Pendidikan. Surabaya: Al­Ikhlas.
Dakir. 1993. Dasar-dasar Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Darmiyati Zuhdi. 1996/1997. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di
Kelas Rendah.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Darmiyati Zuhdi dan Budiarsih. 1996. Pembelajaran Deegan Alat Peraga Media Elekironik. Jakarta: Ul Press.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1993. Kurikulum Pendidikan Dasar. Jakarta: Dirjen Dikdasmen
­­­­­­­­­­­­__________________1976. Pedoman Proses Belajar Mengajar di Sekolah Dasar. Jakarta: Dirjen Dikdasmen.
Eko Siswanto, SP Darminto. 1995/1996. Petunjuk Penggunaan Alat Peraga Membaca Menulis Permulaan di Sekolah Dasar Kelas I Direktorat Pendidikan Dasar. Jakarta.
Gorys Keraf. 1988. Komposisi. Jilid 1. Ende Flores: Nusa Indah.
Hartono dan Edy Legowo. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Departemen Pendidikan Nasional: Bandung..
Jas Daniel Parera. 1990. Menulis Tertib Dan Sistematis. Jakarta: Erlangga.
Lovvit William S 1980 The Reuvation Reading And Writing New York.Me. Grave Hill,
Mahmud Ali Yahya. 199 1. Belajar Membaca dan Meulis. Jakarta: Bina Aksara.
Mochtar Bukhori. 1995. Teknik-teknik Evaluasi Dalam Pengajaran. Bandung: Jermare.
Muhibin Syah. 1995. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Andi Offset.
Nasution. 1982. Psikologi Pendidikan. Jakarta Aksara Baru.
Ngalim. Purwanto. 1990. Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru.. Bandung: PT. Rosda Karya.
Owen. 1988. Taxonomy of Education Objectives, A Classification of Educational Goal. Hand Book 1. Cognitive Domain. London: Longman Group Limited.
Ratna Wilis Dahar. 1939. Teori-teori Belajar. Jakarta: Erlangga.
Sabarti Akhadiah. 1991. Pengantar Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Liberti.
Slameto. 1995. Belajar Dan Fakfor-fakfor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Sudjono, D. 1992. Strategi Pembelajaran. Bandung: Krida Nusantara Press.
Soejono, Ag. 1983. Melodik Khusus Bahasa Indonesia. Bandung: Angkasa Offset.
Suharno. 1989. Interaksi Belajar Mengajar. Surakarta: FKIP Press. Suharsimi
Arikunto. 1998. Manajemen Penelitian. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Sunardi. 1971. Menangani Kesulitan Belajar Matematika. Surakarta: Lemlit UNS.
Sutratinah Tirtonegoro. 1989. Anak Super Normal Dan Pendidikanya. Jakarta: Bina Aksara.
Syaiful Bakri Djamarah. 1995. Strategi Belajar Mengajar. Yogyakarta: Rineka Cipta.
Wahadiniah 1997, Psikologi Pendidikan Suatu Pendekatan Baru Bandung Remaja Rosdakarya,
Winkel, W.S. 1984. Psikologi Pengajaran Jakarta : Gramedia


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 0856 0196 7147





Sabtu, 11 Agustus 2012

PTK SD 139 = Pd 005 : Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Pembelajaran Rimedial Siswa Kelas VI SDN I Dukuhwaringin Kec. Dawe Kab, Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005


 

ABSTRAKS

xxxxxxxx. Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Pembelajaran Rimedial Siswa Kelas VI SDN I Dukuhwaringin Kec. Dawe Kab, Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005. SKRIPSI. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Agustus 2005.
Penelitian I ni bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar matematika dengan pembelajaran remedial pada siswa kelas SDN I Dukuhwaringin Kec. Dawe Kab, Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode tindakan kelas, sedangkan strategi yang digunakan adalah model siklus dengan langkah – langkah menyusun rencana, mengadakan tindakan, pengamatan dan mengadakan perencanaan.
Dalam penelitian ini tidak menggunakan teknik sampling karena samplingnya semua siswa yang mengalami kesulita belajar Matematika paa kelas SDN I Dukuhwaringin Kec. Dawe Kab, Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005. yaitu sisw ayang nilainya di bawah nilai rata – rata kelas, yang berjumlah 3 siswa. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi langsung dan tes analisis data adalah dengan analisis terarah dengan langkah – langkah langsung dan tes analisis data kesimpulan.
Dari keseluruhan putaran siklus yang telah dilakukan dapat disimpukan, bahwa guru kelas mampu meningkatkan prestasi belajar Matematika melalui pembelajaran remidian siswa kelas VI SDN I Dukuhwaringin Kec. Dawe Kab, Kudus Tahun Pelajaran 2004/2005.
Dai keseluruhan putaran siklus yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa guru kelas mampu meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas VI SDN I Dukuhwaringin Kec. Dawe Kab, Kudus, melalui pembelajaran Remidial, Tahun Pelajaran 2004/2005.


DAFTAR PUSTAKA

Anton Sukarno, 1994. “Efektifitas Sistem Pengajaran Pelayanan Bagi Anak Berkesulitan Belajar”. Surakarta.
A.    Kirk 1986. “ Educating Exceptional Children “. Boston: Houghton Mifflin Company.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1996. “ Kurikulum Pendidikan Dasar”. Jakarta.
Dimyati Mahmud, 1992. “Strategi Belajar Membaca dan Menulis”. Yogyakarta: Liberty.
Djono R, 1987. “Penilaian Layanan Bimbingan di Sekolah “. Surakarta.
Fx. Soedarsono, 1997. “Pengajaran Remedial”. Jakarta: Gramedia.
Hamalik, 1980. “Mengenal Siswa Berkesulitan Belajar “. Bandung: Tap Site.
Harsono Hutojo, 1998. “Belajar Mengajar Matematika “. Bandung: CV. Angkasa.
JI. Pasaribu dan Simanjutak, 1994. “Proses Belajar Mengajar “. Bandung: Tap Site.
Mahmud Ali Yahya, 1991. “Belajar Membaca dan Menulis “. Jakarta: Bina Aksara.
Marika Subrata dan Munzayanah, 1992. “Remedial Teaching”. Surakarta UNS.
Moh. Suryo dan Moh. Armen 1989. “Pengajaran Remedial”. Jakarta. Muchtar
Bukhori, 1995. “Pengantar Psikologi Pendidikan” Bandung: Jarmare.
Mulyono Abdurrohman, “Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belmar Jakarta: Depdikbud.
Muhibbin Syah, 1995. “Psikologi Pendidikan “. Yogyakarta: Andi Offset.
Ngalim Purwanto 1990. “Psikologi Pendidikan “. Bandung: Remaja Rosdakar
 Nasution, 1995. “Didaktik Asas-Asas Mengajar “. Bandung: Jemmars. Oemar
Hamalik, 1980. “Metodologi Pengajaran Ilmu Pendidikan “. Banduri_
Slameto, 1995. “Proses Belajar Mengqjar Dalam Sistem Kredit “. Jakarta: Bumi Aksara
Sri Hartati P. H. 1992. “Pengajaran Remedial”. Yogyakarta: PT. Mitra Gama Widya.
Sunardi, 1997. “Mengenal Siswa Berkesulitan Belajar”. Surakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan: UNS.
Supardi, 1997. “Belajar Mengajar Matematika” Jakarta: Bina Aksara.
Sutartinah Tirtonegoro, 1998. “Anak Supernormal dan Program Pendidikan Jakarta: PT. Bina Aksara.
Syaiful Bakri Djamarah, 1994. “Pendidikan Membaca dan Menulis “. Yogyakarta: Liberty.
Winarno Surakhmad 1986. “Pengantar Interaksi Belajar Mengajar”. Bandung Tarsito.
Winkel W.S. 1984. “Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar”. Jakarta: Gramedia.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 0856 0196 7147




Jumat, 10 Agustus 2012

PTK SD 138 = Pd 063 : PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MISTAR HITUNG SISWA KELAS I SD XXX TAHUN PELAJARAN 2004/2005


 ABSTRAK

xxxxxxxxxxx PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENGGUNAAN ALAT PERAGA MISTAR HITUNG SISWA KELAS I SD XXX TAHUN PELAJARAN 2004/2005. Skripsi, Kudus : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juni 2005.

Penelitian ini bertujuan. untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar matematika dengan diajarkan melalui alat peraga mistar hitung Pada Siswa Kelas I SD XXX Tahun Pelajaran 2004/2005.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, sedangkan strategi yang digunakan adalah studi kasus dengan langkah-langkah menyusun rencana, mengadakan tindakan, pengamatan dan refleksi. Tehnik sampling dalam penelitian ini tanpa melakukan seleksi atau peneliti tidak membatasi jumlah informan atau siswa yang diteliti sejumlah 38 siswa. tehnik pengumpulan data dengan wawancara, observasi langsung dan tes. Analisis data adalah analisis kasus.
Dari keseluruhan putaran atau siklus yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatkan prestasi belajar Matematika siswa Kelas 1 SD XXX dalam mata pelajaran Matematika, dengan mengefektifkan penggunaan alat peraga mistar hitung dalam pembelajaran. Dalam setiap putaran/siklus selalu membawa dampak positif ke arah peningkatan perkembangan kemampuan dan prestasi belajar Matematika siswa kelas 1 SD XXX tahun pelajaran 2004/2005.

DAFTAR PUSTAKA
 
Bukhori, 1997. Pengantar Psikologi Pendidikan. Jakarta: Jermare.
Chalijah Hasan, 1994. Dimensi-Dimensi Psikologi Pendidikan. Surabaya: AI-Ikhlas.
Departemen Pendidikan Nasional, 2003. Kurikulum 2004 .Standar Kompotensi Mata Pelajaran Kelas 1. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
E.T. Rusetfendi, 1997. Pendidikan Matematika III. Jakarta. Universitas Terbuka
Herman Hudoyo, 2001. Mengajar Belajar Matematika. Malang: Dirjen Dikti Depdiknas.
____________ . Pengembangan  Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. Malang IKIP Malang.
Isti Hidayah, Sugiarto. 2002. Workshop I Pendidikan Sekolah Dasar. Semarang: FMIPA UNNES.
Kasihani Kasbolah, 2001. Penelitian Tindakan Kelas. Malang: Universitas Negeri Malang.
Lukman Rosadi, Handani Dadan, 2000. Pendidikan Matematika I. Jakarta: Departemen Agama RI.
Muchtar. A. Karim, 1997. Pendidikan Matematika 1. Jakarta: Dirjen Dikti Depdiknas.
Ngalim Purwanto, 1992. Psikologi Pendidikan. Bandung Remaja Karya.
N. Nasution, 1992. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Aksara Baru.
Rukidi, 1996. Media Pembelajaran. Bandung: Alumni.
Slameto. 1495. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Suharsimi Arikunto. 1998. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Raya
Suhito. 1986. Hand Out Dasar-Dasar dan Proses Pembelajaran Matematika I. Semarang: FMIPA UNNES.
Sunardi. 1997. Mengenal Siswa Berkesulitan Belajar. Surakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
W.J.S. Poerwadarminta. 1984. Kamus umum Bahasa Indonesia. Jakarta. Balai Pustaka.


Buku-Buku Referensi diatas dapat dibeli di TOKO BUKU RAHMA (Klik)
Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 0856 0196 7147 




Selasa, 24 Juli 2012

PTK SD 137 = Ig 141 : USING TACTILE AND KINESTHETIC RESOURCES TO IMPROVE STUDENTS’ SPELLING ABILITY AND PRONUNCIATION AWARENESS (AN ACTION RESEARCH AT THE FIFTH GRADE OF SD NEGERI POJOK 02 TAWANGSARI IN 2008/2009)



 

ABSTRACT

xxxxxxxxxxxxxx. USING TACTILE AND KINESTHETIC RESOURCES TO IMPROVE STUDENTS’ SPELLING ABILITY AND PRONUNCIATION AWARENESS (AN ACTION RESEARCH AT THE FIFTH GRADE OF SD NEGERI POJOK 02 TAWANGSARI IN 2008/2009).  A Thesis. Surakarta. Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University, May, 2009.
This thesis is written to: 1) identify whether and to what extend tactile and kinesthetic resource improves students’ spelling ability and pronunciation awareness, and 2) describe the class situation when tactile and kinesthetic resource is applied in the English class.
This research which is conducted through action research is carried out in two cycles. Each cycle consists of three meetings at Cycle 1 and two meetings at Cycle 2. In two cycles, it has been provided with tactile and kinesthetic resource.  The data which are collected through this research include qualitative data (observation, teacher’s diary, interview, audio recording, photograph, document analysis), and quantitative data (tests). The data are analyzed using constant comparative method and descriptive statistic. Qualitative data are analyzed using constant comparative method; while test are analyzed using descriptive statistic.
The research finding proves that tactile and kinesthetic resource is an effective and suitable technique to improve Students’ spelling ability and pronunciation awareness, and also the class situation in the teaching and learning process. The research findings include: 1) students’ spelling ability improves after using tactile and kinesthetic resource in terms of rearranging the jumbled letters into correct word; writing words involving double consonant letters (buffalo, grass, rabbit, etc.); writing words without making transposition of letters (elephant, crocodile, goat, etc.); writing a correct spelling of the meant word not another word (now, goat, Tuesday, etc.); and writing words with complete letters (month, swallow, lizard, etc.); 2) students’ pronunciation awareness improves after using tactile and kinesthetic resource in terms of pronouncing words based on its sound not letters; reading sentence aloud using correct stress and intonation; pronouncing words/sentence faster and louder; responding and pronouncing the words/sentences loudly without being afraid of making mistakes; and repeating the teacher’s saying well; 3) the class situation improves when tactile and kinesthetic resource is applied in the English class in terms of students’ readiness in starting the lesson, they prepare the materials (books, pencil, ruler, etc.) before the teacher enter the class; asking permission to go to the toilet. During the lesson, the students especially boys don’t ask permission to the toilet; students’ activeness/participation during teaching and learning process (students respond question/command; students are brave to ask question); students’ attention during teaching and learning process (they aren’t noisy anymore, they aren’t sleepy when following the activity in the class); and students’ activeness in doing exercise/homework provided by the teacher.

BIBLIOGRAPHY

Bowen, Tim. 1997. The Pronunciation Book; Students Centered Activities for Pronunciation Work. England: Longman.
Brewster, Jean., Ellis, Gail, and Girard, Denis. 1992 The Primary English Teacher’s Guide. England: Penguin Books.
Brophy, Jere. 1998. Motivating Students to Learn. Boston: McGraw-Hill.
Burns, Anne. 1999. Collaborative Action Research for English Language Teachers. Cambridge: Cambridge University Press.
Burns, Paul C. and Broman, Betty L. 1975. The Language Arts in Childhood Education. Chicago: Rand McNally College Publishing Company.
Carbo, Marie., Dunn, Rita., and Dunn, Kenneth. 1991. Teaching Students to Read Through Their Individual Learning Styles. Boston: Allyn and Bacon.
Depdikbudnas. 2007. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Tingkat SD/MI. Jakarta.
Fitzpatrick, Frank. 1995. A Teachers Guide to Practical Pronunciation. Hertfordshire: Phonix, ELT.
Halliwell, Susan 1998. Teaching English in the Primary Classroom. New York: Longman.
Harmer, Jeremy. 1991. The Practice of English Language Teaching. (New York: Longmati.
Haycraft, John. 1978. An Introduction to English Language Teaching. England Longman.
Hopkins, David. 1993. A Teacher’s Guide to Classroom Research. Buckingham: Open University Press.
Kenworthy, Joanne. 1987. Teaching English Pronunciation. New York: Longman.
Kristina, Diah., Rarastesa, Zita., Susilorini., Kurniawan, Yusuf., and Al Makmun, Taufiq. 2006. Pronunciation 1. Surakarta: UNS Press.
Lehmann, Winfred P. 1983. Language An Introduction. New York: Random House, Inc.
Martono and Mahanani, S. 2002. Pronunciation Practice. (A Handout for ‘Pronunciation Practice’ Subject).
Mills, G. E. 2000. Action Research: A Guide for the Teacher Researcher. New Jersey: Prentice Hall.
Moleong, Lexi J. 1990. Metodologi Penelitian Qualitative. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nunan, David. 1999. Teacher Education aid Development: Understanding Language Classroom (A Guide for Teacher-Initiated Action). Cambridge: Cambridge University Press.
Orlich, C. Donald, et al. 1998. Teaching, Strategies: a Guide to ‘Better Instruction. New York : Hongton Mifflin Company.
Petersen, Dorothy G. 1961. Teaching und Learning in the Elementary School. New York: Appleton-Century-Crofts, Inc.
Petty, Walter T. and Jensen, Julie M. 1980. Developing Children’s Language. Massachusetts: Allyn and liucon, Inc.
Reid, John M. 1998. Understanding Learning Style in the Second Language Classroom.. Upper Saddle River, NJ: Prentice Hall Regents.
Rochsantiningsih, Dewi. 2007. Action Research: an Introduction (A Handout for “Classroom Action Research” Subject).
Sari, Nirmala. 1988. An Introduction to Linguistics. Jakarta: Depdikbud.
Scott, Wendy A. and Ytreberg. Lisbeth H. 1990. Teaching English to Children. New York: Longman.
Shemesh, Ruth and Waller, Sheila. 2000. Teaching English Spelling: A Practical Guide. Cambridge: Cambridge University Press.
Suyanto, Kasihani K.E. 2007. English for Young Learners. Jakarta: Bumi Aksara.
Syakur. 1999. Language Testing and Evaluation I. (Book for ‘Language Testing and Evaluation I’ Subject).
Ur, Penny. 1996. A Course in Language Teaching: Practice and Theory. Cambridge: Cambridge University Press.
Wiersma, William. 2000. Research Methods in Education. England: A Pearson Education Company.
A Wikimedia Project. 2008. Alphabetic Principle. Available at http://en.wikipedia. org/wiki/Alpabetic_Principle
A Wikimedia Project. 2008. Pronunciation. Available at http://en.wikipedia.org/ wiki/Pronunciation
A Wikimedia Project. 2008. Spelling. Available at http://en.wikipedia.org/wiki/ Spelling
Burbine, Matt. 2002. Learning Style. Available at http://www.trcc.commnet.edu/ ed resources/tasc/Training/Resources_learning styles.htm
Danchenko, Nonna. 2008. Diversity Versus Intelligibility Practical Pronunciation Issues. Available at http://www.englishaustralia.com.au.
Dye, Jane F. et al. 2000. Constant Comparative Method: A Kaleidoscope of Data. Available at http://www.riove.edu/ssss/QR/Q1Z4-1/dye.html.
Jane and Brave. 2008. Grading Criteria for Oral Exam. Available at, http://72.14.235.132
Jones, Susan. 2003. The Resource Room. Available at http://www.resourceroom.net/readspell/asp
Kelly, Melissa. 2000. Learning Style: Kinethetic Learners. Available at http://www..712educators.about.com/od/learningstyle/p/kinesthetic.htm
Miller, Soe. 2000. Pronunciation interest section. Available at http://www.tesol.org/sec document.asp.
Schutz, Richardo. 2008. The Important of Pronunciation. Available at http://www.sk.com.br/pronunciation.ppt
Szinalsky, Thomas P. 2008. What is good English pronunciation?. Available at http://www.antimoon.com/how/pronouncgood.htm.
Vernon, Shelley. 1993. Help Kinesthetic and Tactile Learners Succeed in Reading in Months. Available att http://www.keystoreadingsuccess.com/ Kinesthetic.htm
Vernon, Shelley. 2008. Kinesthetic and Tactile Learners. Available at http://www.readinginstruction.com/kinlear.html


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 085 725 363 887 




Selasa, 26 Juni 2012

PTK SD 134 : Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Menerapkan Model Pembelajaran PAKEM Pada Siswa Kelas …



ABSTRAK
…, 2005. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Menerapkan Model Pembelajaran PAKEM Pada Siswa Kelas …
Kata Kunci: belajar pai, pakem
            Keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas sangat ditentukan oleh strategi pembelajaran, bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa diimplementasikan melalui strategi yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Oleh karena itu setiap akan mengajar guru diharuskan untuk menerapkan strategi atau metode tertentu dalam pelaksanaan pembelajaran.
            Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dengan diterapkannya model pembelajaran PAKEM? (b) Bagaimanakah pengaruh Model pembelajaran PAKEM terhadap motivasi belajar siswa?
            Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir, (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran PAKEM.
            Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas … Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
            Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,00%), siklus II (80,00%), siklus III (92,00%).
            Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran PAKEM dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa …. , serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PAI.
DAFTAR PUSTAKA
 Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.
Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Azhar, Lalu Muhammad. 1993. Proses Belajar Mengajar Pendidikan. Jakarta: Usaha Nasional.
Daroeso, Bambang. 1989. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Semarang: Aneka Ilmu.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta: YP. Fak. Psikologi UGM.
Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Hasibuan K.K. dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta. Rineksa Cipta.
Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya: University Press. Univesitas Negeri Surabaya.
Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI, Universitas Terbuka.
Sukidin, dkk. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.
Surakhmad, Winarno. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.
Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 0856 0196 7147




Rabu, 20 Juni 2012

PTK SD 136 = Ig 140 : Improving Students’ Pronunciation using Songs (A Classroom Action Research in the Fourth Grade of SDN Makamhaji 01 Kartasura in 2007/2008 Academic Year)


 

ABSTRACT

xxxxxxxxx. Improving Students’ Pronunciation using Songs (A Classroom Action Research in the Fourth Grade of SDN Makamhaji 01 Kartasura in 2007/2008 Academic Year). A Thesis. English Department. Teacher Training and Education Faculty. Sebelas Maret University. Surakarta. 2009.

The objectives of the study are to find out whether songs improve students’ pronunciation and how songs are used effectively in improving the pronunciation of the fourth grade students of SDN Makamhaji 01 Kartasura.
The techniques the researcher used to collect the data were observation and test. The observation was used to gather information dealing with the students’ progress during the teaching and learning process. Besides, the oral test was done to know the students’ improvement in pronunciation before and after the technique was implemented.
In this research, the researcher conducted a classroom action research from Feb 27th to April 30th 2008 at the fourth grade of SDN Makamhaji 01 Kartasura. There were two cycles of action and each consisted of a series of steps, namely: identifying the problems, planning the action, implementing the action, observing the action, reflecting, and revising the plan.
Based on the result of the research, a conclusion can be drawn that teaching English through the use of songs does improve the students’ pronunciation. The use of such technique has shown a certain level of improvement on their pronunciation of the related terms. Easily understood pronunciation of words and sentences obviously represents their better pronunciation intelligibility. Learning English through songs can make the students get more confident and motivated in joining the lesson as well
The explanation of how songs can improve the students’ pronunciation may be simply put on the repetition of the songs taking place during the lesson. The result of the study implies that singing songs again and again provides important pronunciation practice by which the students are facilitated to develop aspects of language including the improvement of the pronunciation of sounds, stress, and intonation in English.


BIBLIOGRAPHY

 Brewster, J, Ellis, G & Girard, D. 1992. Teaching English in the Primary Classroom. London: Penguin Books.
Bums, Anne. 1999. Collaborative Action Research for English Language Teachers. Cambridge: Cambridge University Press.
Celce-Murcia, M., Brinton, D. & Goodwin, J. 1996. Teaching Pronunciation: A Refference for Teachers of English to Speakers of Other Languages: Cambridge: Cambridge University Press.
Crowl, Thomas K. Kaminsky, Sally. and Podell, David M. 1997. Educational Psychology Windows on Teaching. Dubugue: Brown and Benchnark Publishers.
Dakin, Julian. 1965. Songs and Rhymes for Teaching of English. Singapore: Longman Publisher Ptc. Ltd.
Dalton, Christiane & Seidlhofer, Barbara. 1995. Pronunciation. Hongkong: Oxford University Press.
Diah Kristina & Zita Rarastesa. 2006. Pronunciation 1. Surakarta : Sebelas Maret University Press.
Dobson, M Julia. 1987. Effective Teachniques for English Conversation Goups. Washington, D. C.
Griffee, Dale T. 1992. Songs in Action. PrenticeHall International (UK) Ltd.
Halliwell, Susan. 1992. Teaching English in the Primary Classroom. London: Longman.
Harmer, Jeremy. 1991. The Practice of English Language Teaching. London: Longman.
Hopkins, David. 1993. A Teachers guide to Classroom Research. Buckingham: Open University Press.
Hornby & Ruse. 1991. Oxford. Advance Studcnt’s Dictionary. Oxford: Oxford University Press.
Kenworthy, Joanne. 1987. Teaching English Pronunciation. Essex: Addison Wesley Longman Ltd.
Lado, Robert. 1964. Language Teaching: A Scientific Approach. New York: McGraw-Hill, Inc.
Mills, Geoffrey. E. 2000. Action Research: A guide for the teacher researcher. United States of America: Cambridge University Press
Murphey, Tim. 1996. Music and Song. New York: Oxford University Press. Phillips Sarah. 1996. 1996. Young Learners. Oxford: Oxford University Press.
Smolinski, Frank. 1985. Landmarks of American Language and Linguistics: A Resourse Collection for the Overseas Teacher of English as a Foreign Language. Washington D.C: English Language Program Divisions Bureau of Education & Cultural Affairs US Information Agency.
Suyanto, Kasihani K. E. 2005. Mengapa Belajar Bahasa Inggris Lebih Dini?. UNS: Sebelas Maret University Language Centre.
Ur, Penny. 1998. A Course in Language Teaching. Cambridge: Cambridge University Press.



Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 0856 0196 7147




PTK SD 133 : Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Menerapkan Model Pengajaran kolaborasi pada siswa-siswi kelas ……….tahun……………


 ABSTRAK


……………..,2006. “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Menerapkan Model Pengajaran kolaborasi  pada siswa-siswi kelas ……….tahun……………”

Kata Kunci : PAI , Model Pengajaran Kolaborasi

            Dalam proses pembelajaran yang menyangkut materi, metode, media alat peraga dan sebagainya harus juga mengalami perubahan kearah pembaharuan ( inovasi). Dengan adanya inovasi tersebut diatas dituntut seorang guru untuk lebih kreatif dan inovatif, terutama dalam menentukan model dan metode yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan siswa terutama pembentukan kecakapan hidup ( life skill) siswa yang berpijak pada lingkungan sekitar.
            Penelitian ini berdasarkan permasalahan (a) Bagaimanakah peningkatan  prestasi belajar PAI  dengan diterapkannya model pengajaran kolaborasi pada siswa kelas………………… tahun pelajaran……………..( b) Bagaimanakah pengaruh Model pengajaran kolaborasi terhadap motivasi belajar PAI  pada siswa kelas…………………. Tahun pelajaran………….
            Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah (a) ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar PAI  setelah diterapkannya  model pengajaran kolaborasi (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar PAI  setelah diterapkan model pengajaran kolaborasi.             
            Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research)  sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap  yaitu : rancanan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas  ………………………………………. Tahun pelajaran…………………….. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.
            Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (73,17%), siklus II (82,93%), siklus III (95,12%)
            Simpulan dari  penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa………………………………………………… serta model pembelajarasn  ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran PAI 

DAFTAR PUSTAKA
Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.
Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.
Azhar, Lalu Muhammad. 1993. Proses Belajar Mengajar Pendidikan. Jakarta: Usaha Nasional.
Daroeso, Bambang. 1989. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Semarang: Aneka Ilmu.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.
Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta: YP. Fak. Psikologi UGM.
Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.
Hasibuan K.K. dan Moerdjiono. 1998. Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Margono. 1997. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta. Rineksa Cipta.
Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya: University Press. Univesitas Negeri Surabaya.
Rustiyah, N.K. 1991. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Sardiman, A.M. 1996. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara.
Soekamto, Toeti. 1997. Teori Belajar dan Model Pembelajaran. Jakarta: PAU-PPAI, Universitas Terbuka.
Sukidin, dkk. 2002. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Surabaya: Insan Cendekia.
Surakhmad, Winarno. 1990. Metode Pengajaran Nasional. Bandung: Jemmars.
Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.
Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan, Suatu Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Usman, Moh. Uzer. 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.


Untuk mendapatkan file lengkap hubungi HP. 0856 0196 7147