HP. 085 725 363 887

Pencarian

Memuat...

Senin, 31 Desember 2012

PTS 038. Upaya Meningkatkan Motivasi Kerja Melalui Supervisi Akademik Pada Guru SD Negeri xxx Tahun 2010


ABSTRAK

Penelitian dilatarbelakangi oleh kondisi yang berupa: (a) Terdapat cukup banyak guru SD Negeri xxx (25%) yang memiliki motivasi kerja yang kurang, diukur dari: (1) Kesenangan guru dalam melakukan pekerjaan, (2) Antusias kerja guru dalam mengembangkan dan melaksanakan program pendidikan maupun dalam melaksanakan tugas-tugas pembelajaran dan tugas lainnya; (3) Kesesuaiaian pekerjaan guru terhadap standar kerja, (4) Semangat juang guru dalam mencapai tujuan pendidikan di sekolah, (5) Konsistensi kerja guru ketika tanpa pengawasan, dan (6) Ekspresi kebahagiaan guru ketika menyelesaikan tugas dan komitmen pendidikan di sekolah; (b) Munculnya dampak buruk yang berupa kurangnya keberhasilan tujuan pendidikan di sekolah.
Tujaun dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Langkah-langkah pelaksanaan supervisi akademis oleh kepala sekolah kepada guru untuk meningkatkan motivasi kerja guru di SD Negeri xxx, dan (2) Besarnya peningkatan motivasi kerja guru setelah pelaksanaan supervisi akademis dikembangkan oleh kepala sekolah.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri xxx pada semester gasal tahun pelajaran 2011/2012 selama 5 bulan.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah: Pelaksanaan supervisi akademik dalam rangka meningkatkan motivasi kerja guru dilakukan dengan: (1) Solusi atas permasalahan guru dalam menyelenggarakan proses pembelajaran maupun dalam menyelesaikan administrasi pembelajaran. Permasalahan yang dialami guru dianggap sebagai factor yang menghambat munculnya motivasi kerja yang tinggi sehingga harus diselesaikan terlebih dahulu; (2) Pemberian motivasi secara langsung, yang dilakukan dengan (a) Menunjukkan fakta-fakta positif yang telah dicapai guru; (b) Memberikan Tantangan untuk Standar Keunggulan yang Tinggi; (c) Memberikan harapan-harapan untuk promosi kenaikan pangkat guru; (d) Menunjukkan skor pencapaian kerja guru; (e) Menyampaikan sanksi yang mungkin diterapkan bagi guru; (f) Menghadirkan pengawas sekolah dan kepala dinas pendidikan setempat; (g) Menciptakan suasana akrab; (h) Membuat bersama instrument observasi dan daftar sanksi; (i) Menunjukkan hasil observasi dan diskusi terbuka; (j) Memberikan penghargaan secara langsung atas prestasi guru; (3) Pelaksanaan supervisi akademik terbukti mampu meningkatkan motivasi kerja guru.





Untuk mendapatkan file lengkap hubungi/ sms ke HP. 085 725 363 887



Rabu, 19 Desember 2012

PTK SMP 052 : Upaya Perbaikan Prestasi Belajar Matematika Pada Materi Pokok Garis dan Sudut dengan Menggunakan Metode Demonstrasi dan Penggunaan Alat Peraga pada Kelas VII D SMP Negeri 2 Randublatung Kabupaten Blora Semester II Tahun Pelajaran 2008/2009


 


ABSTRAK


             Dalam pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Randublatung Blora ditemukan permasalahan rendahnya prestasi belajar matematika siswa kelas VII D pada materi pokok Garis dan Sudut yang ditunjukkan hanya 11 siswa yang tuntas dari 34 siswa. Untuk itu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan metode demonstrasi dan penggunaan alat peraga. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar matematika dalam konsep Garis dan Sudut dengan menggunakan metode demonstrasi dan penggunaan alat peraga pada siswa kelas VII D SMP Negeri 2 Randublatung Blora semester II tahun pelajaran 2008/2009.

            Setting penelitian ini adalah di SMP Negeri 2 Randublatung Blora kelas VII D dengan jumlah siswa 34 anak. Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang prestasi belajar siswa dalam pelajaran matematika pada konsep Garis dan Sudut, serta kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.  Alat Pengumpul Data berupa : lembar observasi; pedoman wawancara dan daftar nilai siswa. Untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi Garis dan Sudut diterapkan pada siswa dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara divalidasi datanya melalui Triangulasi Data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif komparatif dan teknik analisis kritis. Prosedur penelitian dilakukan dengan prosedur Penelitian Tindakan Kelas menggunakan pembelajaran dua siklus yaitu siklus I dan siklus II.

            Hasil dari Penelitian Tindakan Kelas ini adalah: Pada pra siklus sebanyak siswa yang tuntas 32,4% atau 11 dari 34 siswa dan siswa yang tidak tuntas adalah 23 dari 34 siswa atau 67,6%. Pada siklus I, siswa yang tuntas adalah 19 dari 34 siswa atau 55,9% dan siswa yang tidak tuntas adalah 15 dari 34 siswa atau 44,1%. Perbaikan pembelajaran pada siklus II  adalah: siswa yang tuntas 32 dari 34 siswa atau 94,1%. Terdapat peningkatan 38,2% dari siklus I dan siswa yang tidak tuntas adalah 2 dari 34 siswa atau 5,9%.Dengan adanya peningkatan ketuntasan siswa dari siklus I ke siklus II, maka hipotesa yang mengatakan “Penggunaan metode demonstrasi dan alat peraga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada materi pokok Garis dan Sudut siswa kelas VII D SMP Negeri 2 Randublatung Blora semester II Tahun Pelajaran 2008/2009” terbukti kebenarannya.


DAFTAR PUSTAKA
Arifin Zaenal. (1990). Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Rosda Karya
Choiriyah, Siti (2006). Acuan Pengayaan Matematika. Solo : Sindhunata
Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.
Gredler, Margaret E. Ball, (1991). Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali
Suryadi, Didi. (1997). Alat Peraga dan Pengajaran Matematika. Jakarta : Ditjen Dikdasmen D2 Karunika UT
Tim Penulis. (2008). Dimensi Matematika. Surakarta : CV. Ar-Rahman.
UU No. 2 Tahun 1989. Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Winkel. W.S (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia 


Untuk mendapatkan file lenngkap hubungi / sms ke HP. 085725363887






Rabu, 12 Desember 2012

PTK SMP 051 : Penerapan Metode Demonstrasi dalam Pemahaman Baris Bilangan Guna Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika di SMP Negeri 2 Randublatung Blora Semester Dua Tahun Pelajaran 2007/2008


ABSTRAK

             Dalam proses pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Randublatung Blora ditemukan permasalahan rendahnya prestasi belajar matematika siswa kelas IXA pada konsep Barisan Bilangan. Untuk itu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan metode demonstrasi dengan dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Rumusan masalah yang diajukan adalah :  “Apakah dengan penerapan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar matematika konsep barisan bilangan siswa kelas IXA SMP Negeri 2 Randublatung Blora Semester II Tahun Pelajaran 2007/2008?”             

Setting penelitian ini adalah di SMP Negeri 2 Randublatung Blora kelas IXA semester 2 Tahun Pelajaran 2007/2008 dengan jumlah siswa 40. Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang prestasi belajar siswa dalam pelajaran matematika pada konsep baris bilangan, serta kemampuan guru dalam menyusun rencana pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran.  Alat Pengumpul Data berupa : lembar observasi; pedoman wawancara dan daftar nilai siswa. Proses untuk meningkatkan pemahaman terhadap konsep baris bilangan pada pelajaran matematika yang diterapkan pada siswa dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara divalidasi datanya melalui Triangulasi Data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif komparatif dan teknik analisis kritis.

         Hasil dari penelitian adalah terjadi peningkatan yang signifikan setiap siklus, dimana nilai terendah dapat naik dari kondisi awal 30; siklus I : 45; dan siklus II: 50. Nilai tertinggi juga mengalami peningkatan dari kondisi awal 75; siklus I : 80; dan siklus II: 90. Rata-rata kelas juga mengalami kenaikan yang signifikan yaitu dari kondisi awal 51,5; siklus I : 64; dan siklus II: 71. Sementara itu tingkat ketuntasan belajar siswa dapat diuraikan sebagai berikut : Ketuntasan pembelajaran matematika pra siklus 32,5 % atau 13 siswae. Siklus I ketuntasan 22,5% atau  77,5 siswa. Siklus II ketuntasan 92,5% atau 37 siswa. Keberhasilan guru dalam mempermudah siswa untuk menguasai materi matematika pada konsep Baris Bilangan sesudah diadakan perbaikan dengan siklus I dan siklus II melalui metode demonstrasi. Berdasarkan hal tersebut maka hipotesis yang mengatakan bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IXA SMP Negeri 2 Randublatung Blora terbukti kebenarannya


DAFTAR PUSTAKA
Arifin Zaenal. (1990). Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Rosda Karya
Choiriyah, Siti (2006). Acuan Pengayaan Matematika. Solo : Sindhunata
Cholik Ainawan, M. Sugijono (2007). Matematika untuk SMP Kelas IX. Jakarta : Erlangga.
Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.
Gredler, Margaret E. Ball, (1991). Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali
Suryadi, Didi. (1997). Alat Peraga dan Pengajaran Matematika. Jakarta : Ditjen Dikdasmen D2 Karunika UT
Tim MGMP Matematika. (2008). Edukatif Matematika Kelas IX. Surakarta : Bintang Timur.
UU No. 2 Tahun 1989. Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Winkel. W.S (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia 
 Untuk mendapatkan file lengkap hubungi/ sms ke HP. 085725363887






Jumat, 07 Desember 2012

PTK SMP 050 : Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Bilangan Bulat Melalui Metode Kerja Kelompok Bagi Siswa Kelas VII C SMP Negeri 2 Randublatung Kabupaten Blora pada Semester I Tahun Pelajaran 2008/2009


 ABSTRAK

             Dalam proses pembelajaran matematika di SMP Negeri 2 Randublatung Blora ditemukan permasalahan rendahnya prestasi belajar matematika siswa kelas VII C pada materi Bilangan Bulat. Untuk itu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas menggunakan metode kerja kelompok dengan tiga siklus yaitu siklus I dan siklus II. Rumusan masalah yang diajukan adalah: “Apakah metode kerja kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada pemahaman konsep Bilangan Bulat siswa kelas VII C SMP Negeri 2 Randublatung Blora Semester I Tahun Pelajaran 2008/2009?”

             Setting penelitian ini adalah di SMP Negeri 2 Randublatung Blora kelas VII C semester I Tahun Pelajaran 2008/2009 dengan jumlah siswa 32 anak. Data penelitian yang dikumpulkan berupa informasi tentang prestasi belajar siswa dalam pelajaran matematika pada konsep Bilangan Bulat, serta kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.  Alat Pengumpul Data berupa : lembar observasi; pedoman wawancara dan daftar nilai siswa. Proses untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi Bilangan Bulat pada pelajaran matematika yang diterapkan pada siswa dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara divalidasi datanya melalui Triangulasi Data. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif komparatif dan teknik analisis kritis. Prsedur penelitian dilakukan dengan prosedur Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan perbaikan pembelajaran dua siklus. Kriteria Ketuntasan Minimal adalah 60. pembelajaran dikatakan berhasil apabila 85% siswa memenuhi KKM.

             Hasil dari penelitian adalah: Dengan adanya perbaikan pembelajaran matematika pada materi pokok Bilangan Bulat dengan siklus I dan siklus II pada siswa kelas VII C terbukti dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan : Siklus I sebanyak 24 siswa atau 75% tuntas dan 8 siswa atau 25% tidak tuntas. Siklus II, sebanyak 30 siswa atau 94% tuntas dan 2 siswa atau 6% tidak tuntas. Hal ini menandakan bahwa perbaikan pembelajaran dengan metode kerja kelompok telah berhasil.


DAFTAR PUSTAKA
Arifin Zaenal. (1990). Evaluasi Instruksional Prinsip Teknik Prosedur. Bandung : Remadja Rosda Karya
Buchori (2006). Matematika I untuk Kelas VII SMP. Semarang : Aneka Ilmu
Choiriyah, Siti (2006). Acuan Pengayaan Matematika. Solo : Sindhunata
Elizabeth B. Hurlock. 1990. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Penerbit Gelora Aksara Pratama.
Gredler, Margaret E. Ball, (1991). Belajar dan Membelajarkan, Jakarta : Rajawali
Hana Lestari (2007). Progresif Matematika Kelas VII SMP. Surakarta : Puataka Manggala.
Moedjiono dan Dimyati, Moh.  (1991), Strategi Belajar Mengajar, Jakarta, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan, Dikti, Depdikbud.
Suryadi, Didi. (1997). Alat Peraga dan Pengajaran Matematika. Jakarta : Ditjen Dikdasmen D2 Karunika UT
UU No. 2 Tahun 1989. Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Winkel. W.S (1987). Psikologi Pengajaran. Jakarta : Gramedia 

Untuk mendapatkan file lengkap hubungi/ sms ke HP. 085725363887





Rabu, 05 Desember 2012

PTK SMP 049 : PENGGUNAAN KOMIK TERHADAP PEMAHAMAN NOUN PHRASE SISWA DI KELAS VII SMP NEGERI 1 KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN PELAJARAN 2008/2009


 


ABSTRAK
Upaya untuk meningkatkan prestasi belajar IPA pada siswa dipengaruhi oleh banyak faktor yang saling berhubungan baik dari diri siswa atau dari luar siswa. Beberapa masalah yang berhubungan dengan upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa pada materi IPA antara lain: siswa, guru, suasana kelas dan penerapan strategi pembelajaran. Selain itu masih banyak lagi masalah yang dapat dikemukakan dan yang herhubungan dengan upaya meningkatkan pemahaman siswa dalam mengikuti pelajaran IPA pada materi peredaran darah pada manusia..
Masalah utama dalam pembelajaran IPA ialah mencari metode atau model pembelajaran yang dapat menyampaikan materi pelajaran secara tepat, yang memenuhi muatan tatanan nilai, agar dapat diinternalisasikan pada diri siswa, sehingga siswa mampu mengimplementasikan hakekat nilai dalam kehidupan sehari-hari. Mata Pelajaran IPA tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas V merupakan merupakan bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), yaitu suatu Ilmu yang mempelajari gejala dan peristiwa atau fenomena alam serta berusaha untuk mengungkap segala rahasia dan hukum semesta.Objek IPA meliputi mempelajari karakter, gejala dan peristiwa yang terjadi atau terkandung dalam benda - benda mati atau benda yang tidak melakukan pengembangan diri.
Sumber data dikumpulkan dari siswa, guru dan dokumen yang terlibat dalam penelitian. Jenis data yang didapatkan adalah data kualitatif dan kuantitatif yang terdiri dari:, hasil observasi terhadap pelaksana proses pembelajaran, hasil wawancara dan hasil belajar. pada pra penelitian, siklus pertama, siklus kedua, dan siklus ketiga Analisis data dilakukan melalui teknik analisis deskriptif  kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode pembelajaran kontektual CTL (contextual teaching and learning) dengan metode percobaan dapat meningkatkan Interaksi pembelajaran siswa dalam pembelajaran materi IPA hal ini dapat dilihat dari prestasi siswa, dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa tingkat ketuntasan semakin meningkat diimbangi dengan meningkatnya rata-rata kelas.  
Kata kunci : Proses belajar mengajar, metode pembelajaran, percobaan, kontektual, CTL (contextual teaching and learning).
DAFTAR PUSTAKA
Alongi,  C.  (1974).  Response  to  Kay  Haugaard:  Comic  books  revisited.
Dryden,  Gordon  &  Vos  Jeannette.1999.  Revolusi  Cara  Belajar:  Belajar  akan Efektif  Kalau  Anda  dalam  Keadaan  Senang Bagian  I  dan II  (2nd  Ed) Translated by Word ++ Translation Service.2001 . Bandung: Kaifa
Larsen-freeman,  Diane.  1986.  Techniques  and  Principles  in  Language  Teaching. Hongkong: Oxford University Press.
Wright,  B.  2001.  Comic  book  nation:  The  tra nsformation  of  iouth  Culture  in America.  Baltimore,  MD:  Johns  Hopkins  University  Press. 

REFERENSI LAINNYA




Untuk mendapatkan file lengkap hubungi/ sms ke HP. 085725363887